Saturday, April 4, 2026
spot_img
HomeSosokAlumnus UNAIR Pimpin ASEAN Digital Center, Dian Wulandari Dorong Transformasi Digital Inklusif

Alumnus UNAIR Pimpin ASEAN Digital Center, Dian Wulandari Dorong Transformasi Digital Inklusif

Dian Wulandari dalam ilustrasi.

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Kiprah alumnus Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menembus panggung internasional. Dian Wulandari, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) angkatan 2002, dipercaya mewakili Indonesia sebagai Direktur ASEAN Digital Center (ADC) untuk periode 2026-2028. Penunjukan itu dilakukan melalui Pusat Kelembagaan Internasional di Kementerian Komunikasi dan Digital.

Penugasan ini menandai capaian penting dalam karier panjang Dian di sektor pemerintahan, sekaligus mempertegas peran Indonesia dalam mengawal agenda transformasi digital di kawasan Asia Tenggara.

Dian memulai karier sebagai pegawai negeri sipil di Kemkomdigi pada 2008. Dalam hampir dua dekade pengabdian, ia menapaki sejumlah posisi strategis sembari memperkuat kompetensi di bidang komunikasi dan kerja sama internasional. Ia juga menempuh pendidikan magister di University of Leeds, Inggris, dengan fokus pada komunikasi politik.

“Pengalaman terpanjang saya dalam kerja sama organisasi internasional adalah di ASEAN,” ujarnya.

Sebagai Direktur ADC, Dian mengemban tanggung jawab untuk mengawal implementasi agenda transformasi digital di negara-negara anggota ASEAN dalam kerangka ASEAN Digital Senior Officials Meeting (ADGSOM). Ia memastikan berbagai kesepakatan kebijakan teknologi tidak berhenti di tingkat wacana, melainkan diterjemahkan menjadi program konkret yang berdampak.

Menurut Dian, tantangan utama dalam posisi tersebut terletak pada kemampuan menyelaraskan beragam kepentingan negara anggota. “Peran ini menuntut kemampuan diplomasi yang tinggi. Transformasi digital diharapkan memberi manfaat yang inklusif bagi masyarakat. ADC hadir agar ide-ide yang disepakati benar-benar dijalankan,” katanya.

Keberhasilan yang diraih Dian, menurut dia, tidak lepas dari fondasi keilmuan yang diperoleh selama menempuh studi di FISIP UNAIR. Ilmu komunikasi membentuk cara berpikir kritis, adaptif, sekaligus kepekaan dalam membaca dinamika kepentingan publik.

Kemampuan membangun relasi dan kepercayaan, lanjutnya, menjadi kunci dalam diplomasi multilateral. “Ilmu komunikasi memberikan fondasi berpikir yang sangat berguna hingga saat ini,” ujarnya.

Kepada mahasiswa, Dian berpesan agar tidak ragu memulai karier dari langkah sederhana. Pengalaman awal, menurut dia, justru menjadi ruang belajar penting untuk membangun kedisiplinan dan profesionalisme.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan integritas dalam setiap jenjang karier. “Karier di pemerintahan dan kerja sama internasional pada akhirnya adalah tentang amanah dan integritas,” kata Dian.(*)

Kontributor: Khefti

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular