
JAKARTA, CAKRAWARTA.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menunjuk tim caretaker untuk memimpin Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Jakarta Pusat. Langkah ini ditempuh sebagai upaya mengurai kebuntuan organisasi sekaligus menjamin keberlanjutan roda jam’iyah hingga terselenggaranya konferensi cabang.
Dalam Surat Keputusan PBNU, Prof. Dr. KH. M. Asrorun Ni’am Sholeh dipercaya sebagai Rais Syuriah. Sosok ulama yang juga akademisi ini dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan dan pengalaman organisasi yang memadai untuk menakhodai proses konsolidasi di tubuh PCNU Jakarta Pusat. Ia diketahui pernah mengemban amanah sebagai Katib Syuriah PBNU selama dua periode, Ketua Umum Majelis Alumni IPNU, serta pengasuh Pesantren Al Nahdlah.
Struktur caretaker turut diperkuat sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama berpengalaman, antara lain KH. Jamaluddin F. Hasyim sebagai Katib Syuriah dan Dr. KH. Miftah Faqih sebagai Ketua Tanfidziyah, bersama jajaran anggota lainnya.
Penunjukan ini merupakan mandat langsung PBNU untuk menjalankan tugas-tugas kepengurusan PCNU Jakarta Pusat masa kerja 2026 dengan berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU serta ketentuan organisasi yang berlaku.
Dalam konsideran surat keputusan tersebut, caretaker diberi mandat untuk menyelenggarakan Konferensi Cabang paling lambat tiga bulan sejak keputusan diterbitkan. Forum ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi sekaligus regenerasi kepemimpinan di tingkat cabang.
Penunjukan caretaker menjadi bagian dari ikhtiar menjaga stabilitas organisasi, sekaligus memastikan Nahdlatul Ulama tetap hadir sebagai kekuatan keagamaan dan sosial yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sejumlah kalangan di lingkungan NU menyambut langkah ini dengan optimistis. Kebuntuan yang sempat terjadi diharapkan segera terurai, membuka jalan bagi konsolidasi yang lebih solid dan arah gerak organisasi yang lebih produktif di Jakarta Pusat.(*)
Kontributor: Tommy
Editor: Abdel Rafi








