Pangdam Brawijaya Tinjau Yonif TP di Pacitan, Dorong Prajurit Jadi Penggerak Ketahanan Pangan

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menyapa seorang prajurit saat meninjau pembangunan Yonif TP 934/SBY di Kabupaten Pacitan, Senin (25/5/2026).(foto: Pendam V/Brawijaya untuk Cakrawarta)

PACITAN, CAKRAWARTA.com – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin meninjau pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 934/Satya Buana Yudha (Yonif TP 934/SBY) di Kabupaten Pacitan, Senin (25/5/2026). Peninjauan itu menjadi bagian dari upaya penguatan satuan teritorial yang diproyeksikan mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kunjungan kerja Pangdam berlangsung di wilayah Kodim 0801/Pacitan dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat utama Kodam V/Brawijaya, serta ratusan prajurit Yonif TP 934/SBY.

Dalam rombongan Pangdam turut hadir Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, Irdam V/Brawijaya Brigjen TNI Muhammad Aidi, Kapoksahli Pangdam Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto, Asrendam V/Brawijaya Kolonel Kav Yudi Suryatin, dan Kazidam V/Brawijaya Letkol Czi Rinaldo Rusdy.

Setibanya di Helipad Detasemen Iswahjudi Pacitan, rombongan disambut Danrem 081/DSJ Untoro Hariyanto, Wakil Bupati Pacitan Gagarin, Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar, serta jajaran Forkopimda lainnya.

Penyambutan berlangsung meriah melalui penampilan pencak silat militer dan hadrah yang dibawakan prajurit Yonif TP 934/SBY. Setelah itu, Pangdam menerima paparan perkembangan pembangunan satuan dari Wadanyonif TP 934/SBY Kapten Inf Puji Rahmansyah.

Dalam arahannya, Rudy Saladin menekankan pentingnya menjaga disiplin serta merawat fasilitas yang saat ini digunakan prajurit, termasuk Wisma Atlet milik Pemerintah Kabupaten Pacitan yang menjadi tempat tinggal sementara personel.

“Saya tekankan agar kebersihan dan kesehatan lingkungan tetap dijaga karena tempat tersebut merupakan aset pemerintah daerah dan milik masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar pengelolaan anggaran, termasuk pada program peternakan dan pertanian satuan, dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. Menurut dia, keberadaan Yonif TP harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dalam sektor pangan dan ekonomi kerakyatan.

“Yonif TP dibentuk untuk mendukung ketahanan pangan, perekonomian, sosial, dan budaya. Semua itu harus diperkuat melalui komunikasi dan kerja sama dengan dinas terkait,” kata Rudy.

Di hadapan prajurit, Pangdam menyebut pembentukan Yonif TP memiliki nilai strategis karena merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk memperkuat pembangunan berbasis teritorial.

“Kalian adalah bagian dari sejarah karena satuan ini dibentuk untuk mendukung pembangunan nasional,” ujarnya.

Ia meminta seluruh prajurit terus meningkatkan kemampuan, menjaga soliditas, dan aktif membantu masyarakat melalui program teritorial seperti pertanian, peternakan, perikanan, hingga pembangunan desa.

Dalam kunjungan tersebut, Pangdam juga menyerahkan santunan kepada prajurit berprestasi serta meninjau fasilitas dapur satuan guna memastikan kesiapan dukungan operasional personel.

Kodam V/Brawijaya berharap pembangunan Yonif TP 934/SBY dapat memperkuat sinergi TNI dan pemerintah daerah dalam membangun satuan teritorial yang profesional, adaptif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.(*)

Kontributor: Bambang

Editor: Abdel Rafi