
MADIUN, CAKRAWARTA.com –Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin meminta seluruh prajurit dan pegawai negeri sipil (PNS) di jajarannya untuk tidak terpancing berbagai narasi negatif yang berkembang di media sosial. Menurut dia, respons terbaik terhadap berbagai tudingan adalah melalui kerja nyata dan pengabdian yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam amanat Pangdam yang dibacakan Kasrem 081/DSJ Letkol Inf Meina Helmi saat upacara bendera di Makorem 081/DSJ, Kota Madiun, Rabu (17/6/2026).
Dalam amanatnya, Rudy menyoroti perkembangan situasi geopolitik global yang kian kompleks dan penuh ketidakpastian. Berbagai konflik di sejumlah kawasan dunia, menurut dia, telah memberikan dampak terhadap sektor ekonomi, energi, pangan, rantai pasok, hingga stabilitas sosial yang pada akhirnya dapat memengaruhi kondisi dalam negeri.
Di tengah situasi tersebut, perkembangan media sosial juga dinilai memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik. Berbagai informasi dan narasi yang beredar di ruang digital, kata Rudy, tidak jarang menyudutkan peran TNI dalam mendukung kebijakan pemerintah, terutama program-program yang ditujukan untuk memperkuat ketahanan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, ia mengingatkan seluruh prajurit dan PNS Kodam V/Brawijaya agar tidak larut dalam polemik maupun provokasi yang berkembang di media sosial.
“Jawaban terbaik bukanlah perdebatan, melainkan kerja nyata, pengabdian yang tulus, dan keberhasilan pelaksanaan tugas yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” demikian pesan Pangdam dalam amanat yang dibacakan Kasrem.
Rudy menilai, dinamika global yang terus berkembang menuntut setiap negara, termasuk Indonesia, untuk memperkuat ketahanan nasional dan menjaga stabilitas keamanan sebagai prasyarat utama pembangunan. Dalam konteks itu, Kodam V/Brawijaya memiliki peran strategis melalui peningkatan kewaspadaan, deteksi dini, cegah dini, serta pembinaan teritorial guna mengantisipasi berbagai potensi ancaman.
Ia juga meminta seluruh prajurit dan PNS untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperkuat komunikasi dengan berbagai komponen bangsa, serta menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi warga.
Menurut Rudy, kehadiran aparat di lapangan tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas wilayah, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui tindakan yang konkret. Dengan cara itu, berbagai tantangan, termasuk berkembangnya narasi negatif di ruang digital, dapat dijawab melalui bukti pengabdian dan kontribusi nyata bagi masyarakat.(*)
Kontributor: Arwang
Editor: Abdel Rafi








