Peluru Tak Pernah Bohong, Korem 081/DSJ Ukur Kemampuan Prajurit dari Akurasi Tembakan

Prajurit TNI dari Korem 081/DSJ nampak tengah berlatih menembak dan sekaligus jadi ajang uji kemampuan mereka dan berlangsung di lapangan tembak Gunung Kendil, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Selasa (9/6/2026). (foto: Arwang)

MADIUN, CAKRAWARTA.com – Di lapangan tembak Gunung Kendil, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Selasa (9/6/2026), suara letusan senjata silih berganti memecah udara pagi. Namun bagi Korem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ), latihan menembak yang digelar hari itu bukan sekadar kegiatan rutin. Di balik setiap peluru yang melesat menuju sasaran, tersimpan ukuran paling objektif untuk menilai kemampuan seorang prajurit.

Sebab, dalam dunia militer, hasil tembakan dinilai tidak mengenal kompromi. Akurasi menjadi cerminan keterampilan, disiplin, konsentrasi, dan kualitas pembinaan yang dijalankan satuan.

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 081/DSJ Mayor Inf Ismail mengatakan, latihan menembak senjata ringan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan guna memelihara sekaligus meningkatkan kemampuan dasar prajurit.

Menurut dia, kemampuan menembak merupakan kompetensi yang wajib dimiliki seluruh prajurit TNI AD, tanpa memandang jabatan maupun satuan tempat berdinas.

“Kemampuan menembak sifatnya mutlak dan harus dikuasai oleh seluruh prajurit, tanpa pengecualian, termasuk yang berdinas di satuan kewilayahan seperti Korem 081/DSJ,” kata Ismail di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, latihan tersebut menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan setiap prajurit tetap memiliki kesiapan yang dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tugas yang dipercayakan negara.

Lebih dari itu, hasil latihan juga menjadi bahan evaluasi bagi satuan untuk mengukur sejauh mana efektivitas pembinaan yang selama ini dilakukan. Karena itu, setiap nilai yang diperoleh prajurit memiliki arti penting dalam melihat perkembangan kemampuan personel dari waktu ke waktu.

“Dari hasil latihan ini, kami akan dapat melihat sejauh mana kemampuan prajurit berkembang dan bagaimana efektivitas pembinaan yang telah dilaksanakan,” ujarnya.

Bagi Korem 081/DSJ, keberhasilan sebuah latihan tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan yang aman dan tertib. Ukuran sesungguhnya terletak pada peningkatan hasil yang dicapai dibandingkan latihan sebelumnya.

Dengan kata lain, sasaran yang semakin banyak terkena tembakan menunjukkan adanya kemajuan kemampuan sekaligus keberhasilan proses pembinaan yang berjalan di lingkungan satuan.

“Setidaknya hasil yang dicapai harus lebih baik dari latihan-latihan sebelumnya. Itulah indikator keberhasilan sebuah latihan,” tegas Ismail.

Di lingkungan militer, kemampuan menembak memang tidak hanya berbicara tentang ketepatan mengenai target. Kemampuan itu juga mencerminkan kesiapan prajurit dalam menjalankan tugas, ketangguhan mental saat mengambil keputusan, serta profesionalisme yang harus terus dipelihara.

Karena itu, Korem 081/DSJ menempatkan latihan menembak sebagai bagian penting dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia yang andal dan siap menghadapi berbagai tantangan penugasan.

Di Gunung Kendil pagi itu, peluru-peluru yang meluncur ke arah sasaran bukan sekadar proyektil yang meninggalkan laras senjata. Bagi Korem 081/DSJ, setiap tembakan adalah catatan evaluasi. Sebab dalam latihan militer, sebagaimana diyakini para prajurit, peluru memang tidak pernah berbohong. Akurasi tembakan akan selalu menunjukkan sejauh mana kemampuan, kesiapan, dan profesionalisme seorang prajurit telah terasah.(*)

Kontributor: Arwang

Editor: Abdel Rafi