
NGAWI, CAKRAWARTA.com – Lahan yang berlokasi di Widodaren, Kabupaten Ngawi, siang itu tampak lengang. Namun bagi Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, kawasan tersebut menyimpan arti strategis bagi penguatan pertahanan sekaligus pembangunan wilayah di Jawa Timur.
Saat meninjau lokasi pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP), Selasa (26/5/2026), Mayjen TNI Rudy Saladin menyebut lokasi Yonif TP di Ngawi sebagai salah satu yang paling “premium” dibandingkan sejumlah titik pembangunan lain yang telah ia kunjungi sebelumnya.
“Ini salah satu lokasi yang paling strategis dan paling premium,” ujar Rudy saat meninjau kawasan pembangunan Yonif TP di Widodaren.
Peninjauan itu menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Pangdam ke sejumlah lokasi pembangunan Yonif TP di wilayah Madiun Raya. Setelah dari Ngawi, rombongan melanjutkan peninjauan ke Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan.
Rudy mengapresiasi dukungan berbagai pihak, terutama Perhutani dan pemerintah daerah, yang dinilai memberi kontribusi besar dalam proses penyiapan lahan bagi pembangunan satuan baru tersebut.
Menurut dia, pembangunan Yonif TP tidak hanya diarahkan untuk memperkuat pertahanan teritorial, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru di kawasan sekitar.
Ia mengungkapkan, para prajurit dijadwalkan mulai masuk dan mengisi satuan pada pertengahan tahun ini.
“Kalau tidak awal Juli, paling lambat pertengahan Juli sudah mulai masuk sekitar 50 persen prajurit, kurang lebih 500 sampai 600 personel,” katanya.
Saat ini, kata Rudy, dari sembilan Yonif TP yang tengah berproses pembangunan, masing-masing rata-rata akan diisi sekitar 600 personel.
Optimisme serupa disampaikan Danrem 081/DSJ Untoro Hariyanto. Ia menegaskan, penentuan lokasi pembangunan Yonif TP dilakukan melalui pertimbangan yang matang, terutama terkait potensi wilayah dan aksesibilitas masyarakat.
Menurut Untoro, faktor pertama yang menjadi perhatian ialah potensi lahan untuk mendukung program ketahanan pangan, mulai dari sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan.
“Rata-rata lahan yang dipilih memang memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, akses menuju fasilitas umum juga menjadi pertimbangan penting, termasuk kedekatan dengan sekolah, puskesmas, layanan pemerintahan, dan berbagai fasilitas publik lainnya.
Bagi TNI AD, keberadaan Yonif TP diharapkan bukan sekadar menghadirkan kekuatan pertahanan baru, melainkan juga membuka ruang tumbuh bagi aktivitas ekonomi dan sektor produktif masyarakat di sekitarnya.(*)








