Yonif Baru Disiapkan di Ngawi, Pangdam Brawijaya: Akan Gerakkan Ekonomi Warga

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin (tengah) saat meninjau lokasi markas Yonif TP Ngawi di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Selasa (26/5/2026). (foto: Pendam V/Brawijaya untuk Cakrawarta)

NGAWI, CAKRAWARTA.com – Hamparan lahan di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Selasa (26/5/2026), tampak lebih sibuk dari biasanya. Sejumlah pejabat TNI, pemerintah daerah, hingga unsur Forkopimda berkumpul menyambut kedatangan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin untuk meninjau lokasi yang diproyeksikan menjadi markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) Ngawi.

Bagi warga sekitar, pembangunan satuan baru TNI AD itu bukan hanya menghadirkan penguatan pertahanan wilayah, melainkan juga harapan tumbuhnya pusat ekonomi baru di kawasan pedesaan.

Didampingi Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto, Pangdam tiba melalui Helipad Lapangan Hitam Yonarmed 12/Kostrad dan disambut Dandim 0805/Ngawi Letkol Arh Setu Wibowo, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, serta Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama.

Rombongan kemudian bergerak menuju Desa Sidolaju untuk meninjau langsung lahan pembangunan Yonif TP. Di lokasi itu, Pangdam menerima paparan mengenai kondisi kawasan, kesiapan lahan, hingga rencana pengembangan satuan teritorial tersebut.

Menurut Rudy Saladin, lokasi yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Ngawi dinilai strategis karena dekat dengan akses fasilitas umum dan permukiman masyarakat.

“Lokasinya sangat baik dan strategis. Kehadiran Yonif TP nantinya diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya warga Desa Sidolaju,” ujar Rudy.

Ia mengungkapkan, sekitar 500 hingga 600 personel diperkirakan mulai masuk ke wilayah tersebut pada pertengahan Juli mendatang. Kehadiran ratusan prajurit diyakini akan mendorong aktivitas ekonomi warga, mulai dari kebutuhan pangan, jasa, hingga sektor usaha kecil di sekitar kawasan.

Tak hanya mengemban fungsi pertahanan, Yonif TP juga dirancang memiliki sejumlah unit berbasis pemberdayaan masyarakat, seperti kompi pertanian, peternakan, dan perikanan.

Konsep itu, menurut Pangdam, menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan sekaligus upaya membangun kedekatan TNI dengan masyarakat desa.

Sementara itu, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Ngawi mendukung penuh pembangunan Yonif TP tersebut. Apalagi, Ngawi selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur.

“Kami berharap pembangunan ini dapat ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Dwi.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin saat meninjau kawasan KDMP di Desa Kerek, Kecamatan Ngawi, Selasa (26/5/2026). (foto: Pendam V/Brawijaya untuk Cakrawarta)

Usai meninjau lahan Yonif TP di Widodaren, rombongan Pangdam melanjutkan kunjungan ke kawasan KDMP di Desa Kerek, Kecamatan Ngawi. Peninjauan itu menjadi bagian dari percepatan program strategis pemerintah pusat yang melibatkan sinergi TNI, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.

Bagi Ngawi, pembangunan satuan baru itu bukan semata menghadirkan markas militer. Di tengah kawasan agraris yang terus bertumbuh, kehadiran Yonif TP diharapkan menjadi simpul baru yang memperkuat keamanan sekaligus menggerakkan ekonomi desa.