
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Perguruan tinggi dituntut tidak hanya melahirkan lulusan yang kuat secara akademik, tetapi juga mampu menjawab tantangan dunia kerja yang terus berubah. Salah satu upaya menjembatani kebutuhan tersebut dilakukan Club Entrepreneurs Kampus Al Fithrah (CEKA) melalui kolaborasi dengan Muda Bisa Cafe untuk memberikan pengalaman langsung berwirausaha kepada mahasiswa.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dirangkai dengan pelatihan barista di Workshop Muda Bisa Cafe, Kenjeran, Surabaya, Sabtu (27/6/2026). Puluhan mahasiswa dari berbagai program studi mengikuti pelatihan yang tidak hanya mengajarkan teknik meracik kopi, tetapi juga mengenalkan cara mengelola sebuah usaha.
Selama pelatihan, peserta mempelajari dasar-dasar menjadi barista, mulai dari mengoperasikan mesin espresso, menjaga konsistensi kualitas minuman, memahami pelayanan kepada pelanggan, hingga mengenal pengelolaan bisnis kuliner. Mereka juga dilatih membangun komunikasi, bekerja sama dalam tim, serta menghadapi dinamika pelayanan di lapangan.
Pembina CEKA, M. Tsanin Zuhairy, mengatakan pengalaman praktik menjadi pelengkap penting bagi pembelajaran di ruang kuliah. Menurut dia, mahasiswa membutuhkan ruang untuk menguji pengetahuan yang diperoleh di kampus dengan situasi nyata di dunia usaha.
“Teori adalah fondasi, tetapi pengalaman hanya bisa diperoleh ketika mahasiswa berani terjun langsung. Melalui kolaborasi ini kami ingin mempertemukan keduanya sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep kewirausahaan, tetapi juga merasakan bagaimana sebuah usaha dijalankan,” ujarnya.
Ketua CEKA, Siti Tsuroya Fadiyah, menilai pelatihan barista dipilih karena menghadirkan gambaran utuh mengenai proses menjalankan usaha yang menuntut kedisiplinan, ketelitian, serta kemampuan melayani pelanggan.
“Di balik secangkir kopi ada banyak pelajaran. Mahasiswa belajar menjaga kualitas, membangun komunikasi dengan pelanggan, bekerja dalam tim, hingga memahami pentingnya pelayanan. Nilai-nilai itu dibutuhkan oleh setiap calon wirausahawan,” katanya.
Pemilik Muda Bisa Cafe, Ariefaldy Prihandoko, menyambut baik sinergi dengan dunia kampus. Menurut dia, mahasiswa membutuhkan pengalaman nyata agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.
“Mereka bukan hanya belajar membuat kopi, tetapi juga memahami budaya kerja, standar kualitas, pelayanan pelanggan, dan pengelolaan usaha. Pengalaman seperti ini akan menjadi bekal yang berharga setelah lulus,” ujarnya.
Salah seorang peserta, Zuhrus Saadah, mengaku pelatihan tersebut membuka pandangannya terhadap peluang usaha di sektor kuliner. Selain memperoleh keterampilan baru, ia merasa lebih percaya diri untuk mencoba membangun usaha sendiri.
“Saya belajar bukan hanya cara membuat kopi, tetapi juga bagaimana melayani pelanggan dengan baik. Pengalaman ini membuat saya semakin yakin bahwa keterampilan seperti ini dapat menjadi peluang usaha di masa depan,” katanya.
Kolaborasi CEKA dan Muda Bisa Cafe direncanakan berlanjut melalui berbagai program lain, seperti pelatihan kewirausahaan, pendampingan bisnis, magang industri, hingga mentoring bagi mahasiswa yang ingin merintis usaha. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat keterkaitan antara perguruan tinggi dan dunia usaha sekaligus mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.(*)
Kontributor: Tsanin
Editor: Abdel Rafi








