Mayjen TNI Farid Makruf dan Ikhtiar Menjaga Mimpi Anak-anak Ngada

Mayjen TNI Dr. Farid Makruf, M.A (tengah) saat momen pembukaan Turnamen Sepak Bola Mini U-12 Watutura Cup II di Lapangan SDN Watutura, Kelurahan Jawameze, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Senin (8/6/2026) siang. (foto: dokumen pribadi)

NGADA, CAKRAWARTA.com – Sorak-sorai puluhan anak memecah suasana Lapangan SDN Watutura, Kelurahan Jawameze, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Senin (8/6/2026) siang. Di lapangan sederhana itu, Turnamen Sepak Bola Mini U-12 Watutura Cup II resmi bergulir, menghadirkan bukan hanya kompetisi olahraga, melainkan juga ruang pembinaan bagi generasi muda.

Sebanyak 29 tim Sekolah Sepak Bola (SSB) dari 4 Kabupaten yaitu Ngada, Nagekeo, Ende, dan Manggarai ambil bagian dalam turnamen tersebut. Kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pengembangan sepak bola usia dini di Flores.

Bupati Ngada yang membuka turnamen menilai kegiatan semacam itu memiliki arti penting dalam membentuk karakter anak-anak sejak usia dini. “Ajang seperti ini bukan sekadar pertandingan. Anak-anak belajar disiplin, kerja sama, sportivitas, dan semangat untuk berprestasi,” ujarnya.

Menurut dia, pembinaan olahraga membutuhkan kesinambungan dan dukungan banyak pihak. Karena itu, pemerintah daerah mengapresiasi berbagai elemen masyarakat yang turut berkontribusi menjaga keberlangsungan turnamen hingga memasuki tahun kedua penyelenggaraannya.

Salah satu sosok yang mendapat perhatian dalam pembukaan Watutura Cup II adalah Mayjen TNI Dr. Farid Makruf, M.A. Dukungan yang diberikannya sebagai sponsor utama dinilai menjadi bagian dari upaya memperluas ruang tumbuh bagi generasi muda di daerah.

Bagi Farid, sepak bola tidak semata-mata berbicara soal kemenangan di lapangan. Olahraga, menurutnya, merupakan sarana pembentukan karakter dan mental yang akan dibutuhkan anak-anak dalam menghadapi masa depan.

“Saya melihat potensi sepak bola di Ngada sangat besar. Yang terpenting adalah bagaimana semangat anak-anak ini terus dijaga dan mendapatkan ruang untuk berkembang,” kata Farid.

Ia bahkan memastikan komitmennya untuk terus mendukung penyelenggaraan turnamen tersebut pada tahun-tahun mendatang. Pernyataan itu disambut antusias para peserta, orang tua, dan warga yang memadati area pertandingan.

Di hadapan para pemain muda, Farid menitipkan harapan agar Lapangan Watutura kelak menjadi tempat lahirnya pesepak bola berbakat yang mampu mengharumkan nama daerah maupun Indonesia. “Saya berharap dari sini lahir pemain-pemain hebat yang mampu membawa kebanggaan bagi Ngada dan Indonesia. Terus berlatih, jaga semangat, dan bertandinglah dengan sportif,” ujarnya.

Saat dihubungi media ini, Selasa (9/6/2026) pagi melalui sambungan telepon, Farid Makruf mengatakan bahwa Ngada menjadi tempat lahir pemain sepakbola tanah air yang terkenal yaitu Marselino Ferdinand. Ayah Marselino adalah orang asli Ngada, Nusa Tenggara Timur sehingga nama tradisional lengkap Marselino sendiri adalah Marselino Ferdinan Dhewa Kedhi.

Pesan itu terasa relevan di tengah semakin besarnya kebutuhan akan ruang-ruang pembinaan anak dan remaja di daerah. Di banyak tempat, olahraga menjadi salah satu instrumen efektif untuk membangun kepercayaan diri, kedisiplinan, dan daya juang generasi muda.

Bagi masyarakat setempat, kehadiran serta perhatian yang diberikan Farid menjadi energi tambahan bagi keberlanjutan pembinaan sepak bola usia dini.

Gusti, salah seorang warga, mengaku terkesan dengan konsistensi dukungan yang diberikan kepada anak-anak di Ngada. “Kami bersyukur karena anak-anak mendapat perhatian. Dukungan seperti ini memberi semangat bagi mereka untuk terus berlatih dan berani bermimpi lebih tinggi,” katanya.

Karena itu, Watutura Cup II sendiri lebih dari sekadar turnamen sepak bola. Di dalamnya bertemu harapan anak-anak, komitmen masyarakat, dukungan pemerintah daerah, dan kepedulian seorang jenderal TNI terhadap pembinaan generasi muda. Mayjen TNI Dr. Farid Makruf, MA membuktikan bahwa kepedulian TNI pada rakyat selalu hadir di manapun, kapanpun dan dalam wujud yang kerap kali tidak terpikirkan oleh kita semua.(*)

Kontributor: Sarifah L

Editor: Abdel Rafi