
BANYUWANGI, CAKRAWARTA.com – Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Banyuwangi meluncurkan Majelis Urbaniyah sebagai ruang dakwah alternatif bagi Generasi Z, Minggu (1/3/2025) malam, di Kulino Cafe, Banyuwangi.
Peluncuran majelis bertajuk “Ngajinya Anak Muda Kalcer” itu menjadi ikhtiar NU menghadirkan pengajian yang lebih dekat dengan kehidupan anak muda. Bukan di masjid atau pesantren, melainkan di ruang-ruang publik tempat generasi muda biasa berkumpul.
Ketua MWCNU Banyuwangi, Barur Rohim, mengatakan bahwa pendekatan dakwah harus beradaptasi dengan perubahan zaman. Menurut dia, anak muda tidak bisa hanya disalahkan ketika menjauh dari ruang-ruang keagamaan formal.
“Kami ingin hadir di tengah kehidupan mereka. Tidak cukup merutuki anak muda yang enggan datang ke masjid atau pesantren. Kita yang harus hadir dan menemani mereka,” ujarnya.
Majelis Urbaniyah menggandeng sejumlah badan otonom NU berbasis usia muda, seperti IPNU, IPPNU, GP Ansor, dan Fatayat. Organisasi-organisasi itu dinilai menjadi garda terdepan untuk menyapa Generasi Z dengan pendekatan kreatif dan atraktif.
Ke depan, pengajian Urbaniyah akan digelar secara bergilir dari kafe ke kafe maupun ruang publik lain yang menjadi tempat berkumpul anak muda. Konsepnya dirancang santai dan dialogis, dengan tema-tema yang relevan dengan keseharian generasi muda.
“Akan ada ustaz dengan spesifikasi khusus. Tidak hanya menguasai ilmu agama secara mendalam, tetapi juga memahami cara berpikir dan kebiasaan Gen Z,” kata Barur, yang akrab disapa Ayung.
Ngaji perdana tersebut diikuti lebih dari 50 anak muda. Suasana yang cair membuat peserta merasa lebih leluasa berdiskusi. “Acaranya seru. Biasanya kami sungkan datang ke pengajian, apalagi bertanya. Di sini kami merasa nyaman dan percaya diri untuk berdiskusi,” kata Meydiana, salah satu peserta.
Hilmi, pemuda asal Glagah, mengaku sengaja datang untuk merasakan pengalaman berbeda. “Vibenya beda. Kalau di pondok atau masjid biasanya terasa serius. Di sini lebih santai, sambil nongkrong tapi tetap dapat ilmunya,” ujarnya.
Melalui Majelis Urbaniyah, NU Banyuwangi berharap dakwah tidak lagi dipandang kaku dan eksklusif, melainkan menjadi ruang dialog terbuka yang ramah bagi generasi muda.(*)
Editor: Abdel Rafi



