Thursday, February 26, 2026
spot_img
HomePendidikanLakpesdam NU Jatim: Literasi Digital Jadi Tantangan Besar Warga NU di Abad...

Lakpesdam NU Jatim: Literasi Digital Jadi Tantangan Besar Warga NU di Abad Kedua

Ketua Lakpesdam PWNU Jatim HM Turhan Yani (tengah) dan Wakil Sekretaris Lakpesdam PWNU Jawa Timur, Khoirul Huda (kanan) saat menjadi pemateri dalam forum Ngaji Kentong Ramadhan 1447 Hijriah di Surabaya, Kamis (26/2/2026) malam. (foto: PWNU Jatim untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Memasuki abad kedua Nahdlatul Ulama (NU), tantangan yang dihadapi organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu tidak lagi semata persoalan ideologi atau kebangsaan, melainkan kemampuan warganya beradaptasi dengan era digital. Literasi digital dinilai menjadi kunci agar kemajuan teknologi tidak justru menimbulkan ketergantungan, tetapi membuka peluang pemberdayaan.

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Jawa Timur, Prof. HM Turhan Yani, mengatakan, NU memiliki tanggung jawab besar mendampingi warganya menghadapi perubahan zaman, mengingat mayoritas masyarakat Indonesia memiliki keterkaitan dengan NU.

“Abad kedua NU menghadirkan tantangan yang berbeda. Digitalisasi harus menjadi peluang, bukan sekadar menjadi sumber kecanduan. Karena itu, literasi digital menjadi kebutuhan mendesak,” ujar Turhan dalam forum Ngaji Kentong Ramadhan 1447 Hijriah di Surabaya, Kamis (26/2/2026) malam.

Menurut dia, warga NU tersebar di berbagai lapisan sosial, mulai dari masyarakat perkotaan hingga desa dan wilayah pesisir. Banyak di antaranya berprofesi sebagai petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil yang membutuhkan pendampingan agar mampu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Warga di kota mungkin lebih mudah mengakses peluang digital, tetapi warga di desa dan pesisir masih membutuhkan pendampingan agar digitalisasi bisa dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian, perikanan, dan usaha kecil,” katanya.

Turhan menilai, perkembangan pendidikan warga NU dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan, antara lain melalui berbagai program beasiswa dan penguatan organisasi pelajar dan mahasiswa. Namun, kemampuan memanfaatkan teknologi digital secara produktif masih memerlukan perhatian serius.

Wakil Sekretaris Lakpesdam PWNU Jawa Timur, Khoirul Huda, mengatakan, pada abad pertama, NU berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan dan menjaga persatuan bangsa. Kini, pada abad kedua, tantangan baru muncul dalam bentuk perubahan teknologi yang cepat.

“Jika pada masa lalu NU berkontribusi menjaga ideologi bangsa, kini tantangannya adalah bagaimana mendampingi masyarakat menghadapi era digital. Literasi digital menjadi penting agar teknologi tidak justru melemahkan masyarakat,” ujarnya.

Khoirul menambahkan, penguatan literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga membangun kesadaran kritis, etika bermedia, serta kemampuan memanfaatkan teknologi untuk kegiatan produktif.

Menurut dia, pemberdayaan digital menjadi bagian penting dalam memastikan warga NU mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, sekaligus menjaga nilai-nilai keagamaan dan sosial yang menjadi fondasi organisasi.

“Abad kedua NU membutuhkan penguatan literasi digital dan pemberdayaan masyarakat, agar teknologi menjadi sarana kemajuan, bukan sebaliknya,” kata Khoirul.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular