Saturday, April 11, 2026
spot_img
HomeSosokKisah Tiga Alumni UNAIR Mengubah Laut Jadi Peluang dari Surabaya ke Pasar...

Kisah Tiga Alumni UNAIR Mengubah Laut Jadi Peluang dari Surabaya ke Pasar Dunia

Tiga alumni perikanan dan kelautan Universitas Airlangga dari kiri ke kanan: Ismi Muhammad Habib Pahlawi, Juwita Tri Hermawati dan Slamet Agus Wijaya.

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Laut bagi sebagian orang mungkin hanya hamparan sumber daya. Namun, bagi tiga alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) ini, laut adalah ruang kemungkinan yang menghubungkan kampus, industri, masyarakat, hingga pasar global.

Dari Surabaya, ketiganya menapaki jalan berbeda, tetapi bertemu pada satu simpul yang sama yaitu menjadikan sektor perikanan sebagai peluang nyata yang berdampak.

Ismi Muhammad Habib Pahlawi memilih jalur industri. Kini ia menjabat Manager Sales Area Jawa-Bali di PT Haida Agriculture Indonesia, mengelola pemasaran produk pakan ternak dan akuatik di sejumlah wilayah, mulai dari Jawa Timur hingga Bali. Dalam hampir sembilan tahun kariernya, ia membangun tim dan memperluas jaringan distribusi di sektor yang menjadi fondasi hulu industri perikanan.

Bagi Habib, perjalanan itu tidak terjadi dalam semalam. Pengalaman menjadi asisten dosen semasa kuliah membentuk kemampuan bekerja dalam tim dan komunikasi yang kini menjadi modal penting di dunia profesional. “Hasil besar memerlukan proses panjang yaitu adaptasi, kemauan belajar, dan disiplin menjadi kunci,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).

Di luar peran korporasi, ia bersama istrinya juga mengembangkan usaha frozen food berbasis komoditas laut seperti udang dan ikan, memperluas makna laut sebagai sumber nilai tambah, bukan sekadar bahan mentah.

Di sisi lain, Juwita Tri Hermawati menapaki jalan pengabdian. Sebagai penyuluh di Kementerian Kelautan dan Perikanan yang bertugas di Surabaya, ia berada di garis depan pemberdayaan pelaku utama perikanan mulai dari nelayan, pembudidaya, hingga petani garam.

Selama 11 tahun, Juwita menjembatani ilmu dari kampus dengan praktik di lapangan. Ia mendampingi akses permodalan, memperluas pemasaran melalui digitalisasi, hingga mendorong adopsi teknologi agar usaha masyarakat lebih efisien dan berkelanjutan.

“Ilmu dari kampus menjadi bekal utama untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha perikanan,” katanya, Selasa. Perannya tak hanya sebagai penyuluh, tetapi juga sebagai fasilitator dan mediator yang menghubungkan pelaku usaha dengan pemerintah dan pasar.

Sementara itu, Slamet Agus Wijaya membawa laut Indonesia menembus pasar dunia. Sebagai Direktur Operasional PT Kaia Anugerah Indonesia, ia mengelola pengolahan dan ekspor komoditas unggulan seperti tuna, kakap merah, dan rajungan ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Jepang.

Perjalanannya dimulai sejak menjadi bagian dari angkatan pertama FPK UNAIR, pengalaman yang membentuk karakter tangguh dalam menghadapi dinamika industri. Lebih dari dua dekade berkecimpung di sektor ini, ia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tuntutan digitalisasi hingga tekanan krisis global dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, di tengah tekanan itu, ia melihat peluang. Integrasi teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci untuk menjaga daya saing. Saat ini, ia memimpin ratusan karyawan, dengan sebagian di antaranya merupakan alumni UNAIR yang telah menempati posisi strategis.

Ketiga kisah ini menunjukkan bahwa laut bukan sekadar ruang geografis, melainkan ekosistem peluang mulai dari hulu industri, pemberdayaan masyarakat, hingga hilir ekspor global.

Dengan potensi kelautan Indonesia yang besar, mereka meyakini sektor perikanan akan terus menjadi pilar penting dalam menopang ketahanan pangan sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi. Namun, peluang itu hanya dapat dimanfaatkan oleh mereka yang siap berproses, beradaptasi, dan terus belajar.

“Laut bukan batas akhir, melainkan awal dari potensi yang tak terbatas,” ujar Slamet menginspirasi kita semua.(*)

Kontributor: Khefti

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular