Sunday, April 21, 2024
HomeBerita AllIPW Apresiasi Anggota TNI Yang Gagalkan Penyelundupan Ganja

IPW Apresiasi Anggota TNI Yang Gagalkan Penyelundupan Ganja

Neta S. Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW).
Neta S. Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW).

JAKARTA – Keberhasilan TNI di bawah pimpinan Letkol Lambok Damanik yang membantu kepolisian (Polri) dalam menangkap jaringan narkoba yang membawa 2.598 kg ganja kering dari Aceh mendapatkan diapresiasi oleh Indonesia Police Watch (IPW).

“Sayangnya sikap pamen TNI ini tidak mendapat apresiasi dari Kapolri, Kabareskrim mapun BNN. Padahal sikap ini mampu mencairkan hubungan TNI-Polri yang kerap diwarnai bentrokan yang menelan korban jiwa”, ujar Neta S Pane selaku Ketua Presidium IPW kepada Cakrawarta di Jakarta, Minggu (4/10).

Sebagai informasi, Letkol Lambok Damanik adalah pamen intelijen TNI. Dilaporkan bahwa ada sebuah truk dari Aceh menuju Jakarta membawa sekitar 3.000 kg ganja kering yang disembunyikan di dalam 73 karung dan dicampur dengan bahan makanan. Pantauan terakhir menyebutkan truk itu masuk ke sebuah rumah mewah di Sentul, Bogor dan 8 Juli 2015 sore Lambok menyergap truk pembawa ganja tersebut. Saat bersamaan muncul tim reserse Polres Lampung Selatan yang rupanya sudah memantau truk itu saat menyeberang di Bakaheuni. Lambok lalu menyerahkan truk berisi ganja itu ke polisi sambil mengingatkan jangan macam-macam dengan barang bukti ganja itu dan bandar narkobanya harus diproses secara hukum.

Menurut Neta S Pane, meski sikap pamen TNI ini sangat simpatik dalam mendukung tugas polisi, sayangnya Kapolri, Kabareskrim maupun BNN tidak memberi apresiasi dan cuek terhadap bantuan yang diberikan Lambok. Padahal sikap simpati ini bisa mencairkan hubungan TNI-Polri yang kerap diwarnai bentrokan.

“Untuk itu menjelang HUT TNI 5 Oktober 2015, IPW memberi apresiasi pada Letkol TNI Lambok Damanik, dengan harapan, meski elit Polri cuek bebek tapi anggota TNI diharapkan tetap selalu bersikap membantu tugas-tugas kepolisian di lapangan. Apresiasi ini, kami harapkan mampu menekan bentrokan TNI-Polri yang kerap terjadi,” imbuhnya.

Dalam catatan IPW, pada 2015 saja sudah ada tiga bentrokan. Korbannya, dua polisi luka tembak dan satu TNI tewas luka tembak sedangkan 2014 ada tujuh kali bentrokan TNI-Polri. Total korban 12 orang, terdiri dari dua tewas dan 10 luka. Korban terbanyak adalah TNI, satu tewas tertembak dan tujuh luka, yang lima di antaranya tertembak. Sedangkan polisi yang menjadi korban sa. Sehingga bentrokan TNI-Polri bisa ditekan. Sebab IPW mencatat, tahun 2015 sudah ada tiga bentrokan. Korbannya, dua polisi luka tembak dan satu TNI tewas luka tembak. Tahun 2014 ada tujuh kali bentrokan dengan korban total 12 orang, terdiri dua tewas dan 10 luka. Korban terbanyak adalah TNI dengan satu tewas tertembak dan tujuh luka, yang lima di antaranya tertembak. Sedangkan pihak kepolisian yang menjadi korban satu tewas dan tiga luka tusuk.

Bentrokan TNI-Polri tahun 2014 tergolong tinggi dibandingkan tujuh tahun sebelumnya. Di 2007 misalnya hanya terjadi 3 peristiwa, 2008 terjadi 2 peristiwa, 2009 terjadi 4 peristiwa, 2010 terjadi 6 peristiwa, 2011 terjadi 1 peristiwa, 2012 terjadi 1 peristiwa, dan 2013 terjadi 4 peristiwa.

“IPW berharap sikap simpatik Letkol TNI Lambok Damanik ini bisa memperbaiki hubungan TNI-Polri, meski elit Polri cuek bebek terhadap partisipasi anggota TNI ini,” pungkasnya.

(nsp/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular