
YOGYAKARTA, CAKRAWARTA.com– Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kemandirian umat, delegasi Masjid Hikmatul Hakim melakukan kunjungan studi banding ke Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, pada Ahad (25/01/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk membedah rahasia di balik kesuksesan Jogokariyan yang kini menjadi kiblat manajemen masjid di Indonesia.
Bagi Masjid Hikmatul Hakim, perjalanan ini bukan sekadar kunjungan fisik, melainkan sebuah ikhtiar spiritual untuk meneladani cara Rasulullah SAW menjadikan masjid sebagai pusat peradaban, sebagaimana saat beliau membangun Masjid Quba.
Rombongan Masjid Hikmatul Hakim disambut hangat oleh Agus Abadi, Dewan Syuro Masjid Jogokariyan.
“Jogokariyan tidak tumbuh dari kemewahan, melainkan dari keberanian melakukan transformasi sosial.
Dahulu, wilayah Jogokariyan dikenal sebagai daerah “merah” yang kental dengan sinkretisme. Namun, melalui pendekatan yang inklusif dan manajemen yang tertata sejak 1966, masjid ini berhasil menjadi jantung kehidupan bagi warganya.” jelas Agus.
Agus pun melanjutkan, “Masjid tidak hanya untuk ibadah ritual, tapi wadah kesejahteraan umat. Ada 5 kunci pokok manajemen. Pertama, pendataan akurat. Kedua, pelayanan tanpa batas. Ketiga, pembinaan inklusif. Keempat, pemberdayaan ekonomi. Kelima, pertanggungjawaban yang transparan.”

Arifin, koordinator rombongan Masjid Hikmatul Hakim mengambil beberapa pelajaran penting dalam kunjungan ini.
“Lima Pelajaran Utama bagi Masjid Hikmatul Hakim
Sepanjang kunjungan, delegasi Masjid Hikmatul Hakim mendalami lima pilar manajemen yang diterapkan Jogokariyan untuk nantinya diadaptasi di lingkungan mereka sendiri.” beber Arifin puas mendapat banyak ilmu.
Selain Arifin, anggota rombongan Masjid Hikmatul Hikmah lain pun tak kalah bersemangat, seperti Yanto.
“Jogokariyan contoh masjid yang tak takut miskin. Hal ini terlihat dari prinsip uang dari jamaah harus kembali ke jamaah dalam bentuk manfaat. Seperti fokus pada program kesejahteraan umat daripada sekadar menumpuk saldo di rekening.” pungkas Yanto.
Kunjungan ini memberikan perspektif baru bagi takmir Masjid Hikmatul Hakim. Bahwa pengelolaan masjid bukan soal memegahkan fisik bangunan, melainkan memakmurkan manusianya.
Melalui sinergi antara nilai spiritual dan manajemen modern yang dipelajari hari ini, Masjid Hikmatul Hakim berkomitmen untuk menjadikan masjid mereka sebagai pusat solusi bagi persoalan sosial, ekonomi, dan ibadah masyarakat di masa depan.(*)
Kontributor: Rafi
Editor: Tommy



