
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – SMP Khadijah Surabaya memperkuat pembinaan karakter dan kepemimpinan pelajar melalui pembentukan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi pemimpin Nahdlatul Ulama (NU) pada abad kedua sekaligus membangun budaya kaderisasi sejak di bangku sekolah.
Wakil Bendahara PW IPNU Jawa Timur, M. Ayatullahil Ulya, mengatakan, sekolah memiliki peran strategis dalam melahirkan pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan memiliki jiwa kepemimpinan.
“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa kaderisasi merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat,” ujar Ayatullahil Ulya saat menjadi narasumber dalam talk show sosialisasi IPNU-IPPNU di Aula Yayasan Khadijah Surabaya, Kamis (23/7/2026).
Dalam kegiatan bertema “Menyalakan Obor Kaderisasi, SMP Khadijah Menggerakkan Peradaban” itu, Ayatullahil Ulya didampingi Wakil Ketua II Bidang Kaderisasi PAC IPPNU Wonokromo, Shabrina Izwa Robbani. Kegiatan diikuti siswa kelas VII dan VIII yang dalam waktu dekat akan memilih Ketua Komisariat IPNU-IPPNU SMP Khadijah Surabaya.
Menurut Ayatullahil Ulya, pembentukan komisariat menjadi momentum penting untuk membangun tradisi berorganisasi sekaligus mengasah kepemimpinan pelajar sejak usia dini.
Ia menuturkan, IPNU dan IPPNU selama ini telah melahirkan banyak tokoh yang berkiprah di tingkat nasional, di antaranya mantan Menteri Agama KH Tolhah Mansur, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta mantan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.
“Melalui organisasi pelajar NU, siswa belajar memimpin, bekerja sama, bertanggung jawab, sekaligus memiliki kepedulian sosial. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi bekal ketika mereka terjun di tengah masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, membangun peradaban tidak cukup mengandalkan prestasi akademik semata. Karakter kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, serta keberanian mengambil peran di tengah masyarakat juga menjadi modal penting bagi generasi muda.
Karena itu, menurut dia, kaderisasi di lingkungan sekolah tidak sekadar mengajak siswa bergabung dalam organisasi, tetapi menjadi proses pembentukan karakter yang utuh. Melalui IPNU-IPPNU, pelajar memperoleh ruang pembelajaran yang melengkapi pendidikan formal sehingga tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan siap memberi manfaat bagi masyarakat.
“Harapannya, dari SMP Khadijah akan lahir generasi pelajar yang mengamalkan nilai khoirunnas anfa’uhum linnas, yakni menjadi manusia yang paling bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.(*)
Kontributor: Cak Edy
Editor: Abdel Rafi








