Pengajian Seloso Legi, Gus Fahmi Ajak Warga Bersyukur Jadi Nahdliyin dan Warga Indonesia

Gus Fahmi saat memberikan tausiyah dalam Pengajian Seloso Legi di MWCNU Diwek, Kabupaten Jombang, Selasa (1/9/2026). (foto: Mukani)

JOMBANG, CAKRAWARTA.com – Menjadi umat Nabi Muhammad SAW, hidup di Indonesia, dan menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama (NU) merupakan tiga hal yang patut disyukuri. Pesan tersebut disampaikan Ketua PCNU Kabupaten Jombang KH Fahmi Amrullah Hadziq saat menghadiri Pengajian Seloso Legi yang digelar MWCNU Diwek, Selasa (1/9/2026).

Di hadapan sekitar seribu jamaah, Gus Fahmi -sapaan KH Fahmi Amrullah Hadziq- mengajak warga nahdliyin untuk tidak berhenti mensyukuri nikmat sebagai umat Islam sekaligus bagian dari bangsa Indonesia.

“Pertama karena kita menjadi umatnya Kanjeng Nabi Muhammad,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Putri tersebut.

Menurut Gus Fahmi, warga NU juga patut bersyukur karena hidup di Indonesia yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan ajaran agama dan tradisi keislaman, termasuk berbagai amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Kita menjadi orang Indonesia sehingga bebas maulidan dan menjalankan amaliyah Aswaja lainnya,” katanya.

Ia menambahkan, menjadi bagian dari NU juga merupakan nikmat yang patut disyukuri. Menurut dia, para muassis atau pendiri NU senantiasa menjadi teladan yang terus hadir dalam berbagai kegiatan dan perjalanan organisasi.

“Apalagi kita dijadikan sebagai warga NU, karena muassis NU sebenarnya selalu hadir di setiap acara dan kegiatan NU,” imbuhnya.

Pesan tersebut disampaikan dalam suasana pasca-Muktamar ke-35 NU yang baru saja digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Bagi Gus Fahmi, momentum tersebut menjadi pengingat bagi warga NU untuk semakin memperkuat rasa syukur sekaligus menjaga tradisi dan nilai-nilai ke-NU-an.

Pengajian Seloso Legi yang berlangsung di Kecamatan Diwek itu dihadiri sedikitnya 1.000 jamaah. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya jamaah yang memadati lokasi kegiatan, bahkan sebagian harus duduk di tepi ruas Jalan Provinsi Jombang-Malang.

Sejumlah tokoh NU turut hadir, di antaranya Wakil Ketua PCNU Jombang KH Ahmad Nurul Fuad dan Wakil Sekretaris PCNU Jombang Kiai Abdul Malik. Hadir pula jajaran pengurus Syuriah dan Tanfidziyah MWCNU Diwek serta pengurus ranting NU se-Kecamatan Diwek.

Jaga Keseimbangan Dunia dan Akhirat

Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Soleh dalam kesempatan tersebut juga mengingatkan pentingnya mensyukuri kehidupan di Indonesia yang memberikan kebebasan kepada umat Islam dalam menjalankan ibadah.

Mengutip kitab At-Tahdzib, ia mengatakan masyarakat dapat menjalankan berbagai bentuk ibadah secara leluasa, termasuk beriktikaf di masjid.

“Di negara sini kita bebas menjalankan ajaran Islam, salah satunya beriktikaf di masjid,” ujarnya.

Sementara itu, KH Mu’tashim Billah dalam mauidzah hasanah mengajak jamaah untuk terus meningkatkan semangat menuntut ilmu. Menurut dia, ilmu memiliki peran penting dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan seseorang.

“Orang beriman pasti akan terus menuntut ilmu, karena ilmu bisa meningkatkan ketakwaan seseorang,” katanya.

Ia juga mengingatkan warga agar mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan dunia dan akhirat. Kehidupan dunia, kata dia, tidak selalu berjalan sesuai harapan karena setiap manusia akan menghadapi berbagai ujian.

“Jangan hanya memikirkan urusan dunia. Yang jauh lebih penting adalah urusan akhirat,” tandasnya.

Menurut KH Mu’tashim, ujian dalam kehidupan merupakan sesuatu yang bersifat sementara. Karena itu, manusia harus menghadapinya dengan kesabaran dan tetap menjaga keimanan.

“Kita harus bersabar dalam menghadapi ujian dunia karena itu bersifat sementara,” pungkasnya.

Rangkaian Pengajian Seloso Legi kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin KH Said Ridwan. Selama kegiatan berlangsung, ribuan jamaah mengikuti seluruh rangkaian acara dengan khusyuk dan tertib.(*)

Kontributor: Mukani

Editor: Abdel Rafi