
JAKARTA, CAKRAWARTA.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai memasuki tahapan penentuan lokasi penyelenggaraan Muktamar NU Ke-35 dengan membentuk tim survei ke lima daerah yang masuk dalam daftar calon tuan rumah. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU yang digelar di Pondok Pesantren Ploso, Kediri.
Lima daerah yang akan disurvei meliputi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatera Barat. Tim bertugas menilai secara langsung kesiapan masing-masing daerah sebelum PBNU menetapkan lokasi penyelenggaraan Muktamar NU yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
Untuk wilayah NTB, PBNU menunjuk Prof KH Asrorun Niam Sholeh sebagai salah satu anggota tim survei. Ia akan bekerja bersama KH Imam Buchori Cholil, H Aizudin Abdurrahman, HM Syarif Munawi, dan H Silahudin.
Tim akan melakukan verifikasi lapangan terhadap sejumlah aspek penting, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, dukungan pembiayaan, hingga jaminan keamanan selama penyelenggaraan muktamar.
Saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (3/7/2026), Prof Niam menyatakan penugasan tersebut merupakan amanah sekaligus tanggung jawab besar mengingat waktu menuju pelaksanaan Muktamar NU yang semakin dekat.
“Ini tugas yang berat di tengah dinamika menjelang muktamar yang waktunya relatif mepet. Namun, ini adalah amanah sekaligus kehormatan yang harus dijalankan sebaik-baiknya. Saya meyakini penugasan ini didasarkan pada pertimbangan yang matang dan objektif sehingga hasilnya nanti dapat diterima semua pihak dengan lapang dada. Bismillah, semoga kami dapat menjalankan tugas ini dengan baik,” ujarnya.
Menurut rencana, seluruh tim survei akan bekerja secara serentak pada Sabtu (4/7/2026) dan Minggu (5/7/2026). Hasil kunjungan lapangan selanjutnya akan direkapitulasi dan dikonsolidasikan sebagai bahan rapat PBNU untuk menetapkan lokasi Muktamar NU Ke-35.
Ketua PWNU NTB Prof Masnun Taher menyambut positif kedatangan tim survei. Menurut dia, penunjukan tim yang dinilai memiliki kredibilitas dan integritas menjadi modal penting agar proses penentuan lokasi berlangsung objektif.
“Kami menyambut dengan gembira kedatangan tim survei. Sejumlah lokasi telah kami siapkan untuk ditinjau, yakni Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu di Lombok Tengah, Pondok Pesantren Darul Falah di Kota Mataram, dan Pondok Pesantren Islahuddini di Lombok Barat,” katanya.
Selain melakukan peninjauan lapangan, agenda kunjungan tim di NTB juga akan diisi kegiatan istighatsah dan nonton bersama pertandingan Piala Dunia di Kantor PWNU NTB pada Minggu (5/7/2026) dini hari. Kegiatan tersebut diselenggarakan Majelis Alumni IPNU bersama lima PWNU yang menjadi nominator calon tuan rumah Muktamar NU Ke-35 berdasarkan hasil Munas dan Konbes NU di Ploso, Kediri.(*)
Editor: Abdel Rafi








