BSI Gandeng LAZISNU Jatim, Gerakan Koin NU Kini Bisa Diakses Lewat QRIS

Momen kolaborasi kerjasama antara Lazisnu Jatim dan BSI Surabaya Bali Nusra di Surabaya, Jumat (3/7/2026). (foto: Lazisnu Jatim untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Bank Syariah Indonesia (BSI) memperkuat kolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur melalui digitalisasi Gerakan Koin NU. Kerja sama ini diwujudkan dengan pemanfaatan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk mempermudah masyarakat menyalurkan infak dan sedekah secara nontunai.

Pada tahap awal, BSI menyiapkan 1.500 titik Koin NU yang telah dilengkapi QRIS di Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang. Melalui skema tersebut, masyarakat dapat berdonasi secara lebih praktis, aman, sekaligus transparan.

Islamic Ecosystem Business Solutions Manager RO XII Surabaya Bali Nusra BSI, Wahsi Prasodjo, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen BSI dalam memperkuat ekosistem filantropi syariah berbasis digital.

“Kehadiran QRIS BSI memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berdonasi secara cepat, transparan, dan terpercaya,” ujar Wahsi, Jumat (3/7/2026).

Menurut dia, pemanfaatan teknologi digital diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan sekaligus memperluas akses masyarakat untuk berbagi melalui kanal pembayaran nontunai.

Sementara itu, Ketua LAZISNU Jawa Timur, H. Afif Amrullah, menilai digitalisasi menjadi langkah strategis untuk memperkuat Gerakan Koin NU yang selama ini berkembang sebagai gerakan gotong royong masyarakat di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Ia mengatakan kehadiran QRIS tidak hanya mempermudah proses donasi, tetapi juga memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat.

“Kehadiran QRIS BSI akan semakin memudahkan masyarakat untuk berinfak dan bersedekah tanpa dibatasi cara pembayaran konvensional. Ini merupakan ikhtiar bersama untuk memperkuat budaya berbagi sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat,” kata Afif.

Gerakan Koin NU selama ini menjadi salah satu instrumen pemberdayaan masyarakat yang menghimpun dana infak dan sedekah untuk mendukung berbagai program kemaslahatan, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, penanggulangan bencana, hingga pemberdayaan ekonomi umat.

Afif berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi model pengembangan filantropi digital yang menjangkau lebih banyak kalangan, terutama generasi muda yang semakin akrab dengan transaksi digital.

“Semakin mudah masyarakat berdonasi, semakin besar pula manfaat yang dapat kita hadirkan bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi