Santri Naik Level! 63 Pelajar Surabaya Ditempa Jadi Kreator Digital di Al-Yasmin

Salah seorang pelajar Surabaya saat beraksi di Program Talenta Digital Santri (TDS) gelombang kedua di Pesantren Digipreneur “Al-Yasmin, Surabaya. (foto: Al-Yasmin untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Transformasi peran santri di era digital kian nyata. Sebanyak 63 pelajar SMA/SMK dari Surabaya dan sekitarnya kini tengah “naik level” dengan mengikuti Program Talenta Digital Santri (TDS) gelombang kedua di Pesantren Digipreneur “Al-Yasmin”. Melalui program ini, para peserta tidak hanya belajar agama, tetapi juga ditempa menjadi kreator digital yang adaptif, komunikatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Program bertajuk “NexGen Speak and Influence” ini merupakan kelanjutan dari inisiatif yang diluncurkan oleh Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam pada 5 April 2026. Di bawah atmosfer pesantren, para pelajar diperkenalkan pada dunia produksi konten, strategi komunikasi publik, hingga penguatan identitas diri di ruang digital.

Pendiri Pesantren Digipreneur “Al-Yasmin”, H. Helmy M. Noor, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar nilai keislaman.

“Kami ingin melahirkan generasi santri yang tidak hanya berakhlak, tetapi juga mampu menjadi pelaku aktif di dunia digital,” ujarnya di Surabaya, Jumat (24/4/2026).

Sebanyak 63 peserta dalam program ini didampingi oleh 10 guru dari berbagai sekolah. Mereka berasal dari beragam latar belakang, mulai dari lembaga pendidikan berbasis Nahdlatul Ulama hingga Muhammadiyah, yang menunjukkan bahwa minat terhadap dunia digital kini menjadi kebutuhan lintas komunitas.

Direktur TDS Al-Yasmin, Setya Ardhianta, menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran dalam program ini bersifat praktis dan aplikatif. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung berlatih membuat konten digital.

“Mereka kami dorong untuk menjadi kreator yang tidak sekadar viral, tetapi juga membawa nilai dan pesan yang kuat,” katanya.

Pendiri Pesantren Digipreneur Al-Yasmin, H. Helmy M Noor berfoto bersama peserta pelajar pada Program Talenta Digital Santri di Aula Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya. (foto: Al-Yasmin untuk Cakrawarta)

Program Talenta Digital Santri sendiri terdiri atas delapan kelas tematik, antara lain Muslimah Go Digital, Santri-Preneur, AI Productivity Class, Content Creator Class, Gen Z Preneur, UMKM Next Level, TDS Extra Class, dan Public Speaking Class. Seluruh kelas dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan digital yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman.

Dalam peluncuran program, Gus Iqdam menekankan bahwa santri masa kini harus siap menjawab berbagai peran di tengah masyarakat.

“Santri tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga harus mampu hadir di ruang-ruang baru, termasuk dunia digital,” ujarnya.

Ia bahkan menyatakan komitmennya untuk mengirimkan santri-santrinya belajar di Al-Yasmin. Menurut dia, perpaduan antara akhlak dan teknologi akan membuat dakwah lebih mudah diterima oleh masyarakat luas.

“Kalau santri punya akhlak dan teknologi, dakwah akan lebih sampai karena sesuai dengan zamannya,” katanya.

Di Pesantren Digipreneur Al-Yasmin, proses itu kini sedang berlangsung membentuk wajah baru santri Indonesia, bukan hanya penjaga tradisi, tetapi juga kreator digital yang siap berbicara kepada dunia.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi