
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, Pengurus Besar NU (PBNU) telah menetapkan susunan panitia pelaksana. Struktur tersebut terdiri atas KH Asrori sebagai Ketua Steering Committee (SC), KH M. Nuh sebagai Sekretaris SC, KH. Syaifullah Yusuf sebagai Ketua Organizing Committee (OC), dan KH. Amin Said Husni sebagai Sekretaris OC.
Penetapan panitia ini memunculkan beragam respons di kalangan warga NU. Sejumlah pihak menyampaikan kekecewaan bahkan penolakan secara terbuka, terutama di ruang-ruang media sosial.
Namun, aktivis senior NU Jawa Timur, Sudarsono Rahman, menilai dinamika tersebut sebagai hal yang wajar dalam organisasi besar seperti NU.
“Sebagai orang yang cukup lama berkecimpung di lingkungan NU, saya melihat ini biasa saja. Kita harus menghargai keputusan PBNU yang telah berkomitmen menyelenggarakan Muktamar ke-35 dan membentuk panitia,” ujar Sudarsono Rahman, yang akrab disapa Cak Dar, di Surabaya, Selasa (7/4/2026).
Cak Dar yang juga menjabat Wakil Ketua Umum DPP Barikade Gus Dur itu berharap Muktamar ke-35 dapat berlangsung dengan lancar, menjunjung tinggi akhlakul karimah, serta menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa NU semakin disegani.
“Siapa pun yang terpilih nanti, harapannya bisa membawa jam’iyah NU semakin berkontribusi bagi bangsa dan negara,” kata mantan Ketua PW IPNU Jawa Timur periode 1988-1992 tersebut.
Meski demikian, Cak Dar juga menaruh harapan agar tokoh-tokoh muda NU yang dinilai memiliki kapasitas turut dilibatkan dalam proses penyelenggaraan Muktamar.
Menurut dia, sejumlah figur seperti Musthofa Aqil Sirodj, Abun Bunyamin Ruchiyat, Idris Hamid, dan Asrorun Ni’am Sholeh memiliki kompetensi dan pengalaman yang memadai.
“Masih banyak tokoh yang kompeten dan tidak terlibat konflik sebelumnya. Mereka bisa menjadi kekuatan penting agar Muktamar berjalan lebih baik dan inklusif,” ujar dia.
Cak Dar menekankan, pelibatan berbagai unsur, termasuk generasi muda, penting untuk menjaga soliditas organisasi sekaligus memastikan proses regenerasi kepemimpinan berjalan sehat.
Ia pun mengajak seluruh warga NU untuk menjaga suasana tetap kondusif menjelang Muktamar.
“Yang paling penting adalah menjaga persatuan. Muktamar ini momentum besar, jangan sampai energi habis untuk konflik, tetapi difokuskan pada kemajuan organisasi,” kata dia.(*)
Kontributor: Tommy
Editor: Abdel Rafi



