Monday, March 2, 2026
spot_img
HomeOlahragaSepakbola448 Marbot se-Jatim Bertanding di Liga Ramadhan Masjid Al-Akbar, Sepak Bola Jadi...

448 Marbot se-Jatim Bertanding di Liga Ramadhan Masjid Al-Akbar, Sepak Bola Jadi Ajang Silaturahmi

Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Al-Akbar Surabaya, KHM Sudjak (celana merah) disaksikan Humas BPP MAS Helmy M Noor (kanan) nampak menendang bola tanda kompetisi Marbot Soccer League 2026 resmi dibuka, Minggu (1/3/2026) malam. (foto: BPP MAS untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Sebanyak 448 marbot dari 32 masjid di berbagai daerah di Jawa Timur ambil bagian dalam “Marbot Soccer League 2026” yang digelar pada 1-10 Maret di Al-Akbar Soccer Center (ASC), kompleks Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

Liga sepak bola antar-marbot itu menjadi bagian dari rangkaian program “Healing Ramadhan 1447 H” yang diinisiasi pengelola masjid terbesar di Jawa Timur tersebut.

Ketua Badan Pelaksana Pengelola (BPP) Masjid Al-Akbar Surabaya, KHM Sudjak, saat membuka kompetisi usai Shalat Tarawih, Minggu (1/3/2026) malam, menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar soal menang atau kalah.

“Ini pertandingan untuk persaudaraan, bukan permusuhan. Kalah dan menang itu biasa. Yang utama adalah silaturahmi,” ujarnya.

Ia berharap para marbot yang datang dari Surabaya, Mojokerto, Malang, Sidoarjo, dan Gresik dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk saling mengenal dan memperkuat jejaring antar masjid.

Humas Masjid Al-Akbar Surabaya, H. Helmy M. Noor, menjelaskan, 32 tim marbot yang berlaga masing-masing didampingi seorang ofisial dan pelatih. Dengan demikian, total terdapat 64 pendamping yang turut meramaikan kompetisi.

Menurut Helmy, liga ini terselenggara atas kerja sama dengan Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur. Kegiatan tersebut menjadi salah satu inovasi dalam menyemarakkan Ramadhan agar lebih inklusif dan menyentuh berbagai kalangan, termasuk para marbot yang selama ini berada di balik layar pelayanan masjid.

Selain Liga Marbot, program “Healing Ramadhan 1447 H” juga mencakup berbagai kegiatan ibadah, edukasi, sosial, hingga budaya. Di antaranya “One Day One Khatam” sepanjang Ramadhan, Ngaji Ngabuburit, Tadarus Al Quran, Qiyamul Lail 10 hari terakhir, peringatan Nuzulul Quran, hingga buka puasa bersama setiap hari.

Pengelola juga menggelar donor darah, pemeriksaan kesehatan bagi ratusan marbot, program “MAS Berbagi” untuk dhuafa, anak yatim, disabilitas, guru, dan marbot, serta sejumlah lomba seperti dai cilik, hadrah Al Banjari, patrol, qosidah rebana, dan Lailatul Qiraah dan Sholawat.

Semaraknya kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari jamaah, termasuk R. Sukardi, jamaah asal Kediri. Ia menilai pengelolaan Masjid Al-Akbar Surabaya patut menjadi rujukan nasional.

“Masjid ini tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga dikelola secara modern dan profesional. Programnya terintegrasi, mulai dari ibadah, edukasi, sosial, budaya, hingga olahraga,” ujarnya saat dihubungi terpisah media ini, Senin (2/3/2026).

Menurut dia, inovasi seperti Ngaji Soccer dan Marbot Soccer League menunjukkan bahwa masjid dapat menjadi ruang yang adaptif terhadap kebutuhan generasi masa kini. “Masjid bukan sekadar tempat ritual, tetapi pusat peradaban,” kata Sukardi.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular