
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Mengajak generasi muda datang ke masjid bukan perkara mudah di tengah derasnya arus hiburan dan aktivitas digital. Namun, Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) mencoba menghadirkan pendekatan yang berbeda. Melalui program “Ngaji Soccer”, masjid terbesar di Jawa Timur itu memadukan kegiatan keagamaan dan olahraga dalam satu ruang pembinaan yang diminati anak muda.
Program Ngaji Soccer II yang dibuka pada Minggu (31/5/2026) di Lapangan Mini Soccer MAS diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai kalangan, mulai pelajar, mahasiswa, ustaz, pekerja profesional hingga peneliti.
Sekretaris Badan Pelaksana Pengelola (BPP) Masjid Al-Akbar Surabaya, H. Helmy M. Noor, mengatakan Ngaji Soccer lahir dari keinginan menghadirkan masjid sebagai ruang yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
“Ngaji Soccer bukan sekadar bermain sepak bola. Ini adalah ikhtiar untuk membangun silaturahmi, kolaborasi, dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di kalangan anak muda. Kami ingin menunjukkan bahwa masjid bisa menjadi tempat yang nyaman untuk belajar, berjejaring, sekaligus mengembangkan minat dan bakat,” kata Helmy.
Menurut dia, kegiatan periode kedua ini akan berlangsung selama tiga hingga empat bulan setiap hari Selasa pukul 19.30 hingga 22.30 WIB. Sejumlah peserta dari angkatan pertama juga kembali bergabung sehingga jumlah peserta mencapai lebih dari seratus orang.
Helmy menuturkan, kegiatan tersebut tidak diawali dengan pertandingan sepak bola, melainkan dengan khataman Al-Qur’an. Para peserta terlebih dahulu mendapatkan pembagian juz untuk dibaca selama sepekan, kemudian menyelesaikannya bersama saat pertemuan berlangsung.
“Harapannya, Al-Qur’an menjadi pondasi yang menguatkan karakter generasi muda. Dari sana tumbuh semangat kebersamaan, persaudaraan, dan kolaborasi,” ujarnya.
Setelah khataman Al-Qur’an, peserta melanjutkan kegiatan dengan pembacaan Asmaul Husna, kultum atau kuliah tujuh menit, sesi motivasi, pemanasan, dan kemudian bermain sepak bola hingga malam hari.
“Kami ingin anak-anak muda memiliki ruang yang positif. Mereka datang ke masjid bukan karena merasa diwajibkan, tetapi karena merasa nyaman, senang, dan menemukan komunitas yang baik,” kata Helmy.
Ia menambahkan, ke depan peserta Ngaji Soccer juga akan mengikuti sejumlah pertandingan persahabatan dengan komunitas lain sebagai bagian dari penguatan jejaring dan kebersamaan antar kelompok muda.
Bagi para peserta, konsep tersebut menghadirkan pengalaman yang berbeda. Saladin, salah seorang peserta, mengaku tertarik karena kegiatan itu menggabungkan kebutuhan rohani dan jasmani dalam satu kegiatan.
“Saya memang senang bermain bola, tetapi sudah lama tidak berlatih. Di sini saya bisa berolahraga lagi sekaligus mendapatkan teman-teman baru dari berbagai daerah seperti Mojokerto dan Sidoarjo,” ujarnya.
Menurut dia, keunikan Ngaji Soccer terletak pada keseimbangan antara pembinaan spiritual dan aktivitas fisik yang dikemas secara ringan dan menyenangkan.
“Tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi juga sehat secara rohani. Tagline-nya juga sangat menggambarkan kegiatan ini, yaitu Sehat, Berakhlak, dan Bahagia,” katanya.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, Ngaji Soccer menjadi salah satu contoh bagaimana masjid berupaya beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan esensi dakwah. Melalui pendekatan yang lebih akrab dengan keseharian anak muda, Masjid Al-Akbar Surabaya berusaha membangun kedekatan baru antara generasi muda dan rumah ibadah, menjadikan masjid bukan hanya tempat berdoa, tetapi juga ruang tumbuh bersama.(*)
Kontributor: Tim Humas BPP MAS
Editor: Abdel Rafi








