
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Alumnus Universitas Airlangga, Mujib Hannan, membawa budaya akademik almamaternya dalam memperkuat daya saing Universitas Wiraraja, tempat ia kini menjabat Wakil Rektor I Bidang Akademik untuk periode kedua.
Lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR itu meniti karier akademik secara bertahap, mulai dari dosen, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, hingga dipercaya memimpin bidang akademik di tingkat universitas. Baginya, posisi tersebut bukan sekadar jabatan administratif, melainkan ruang strategis untuk mentransfer nilai dan tradisi akademik unggul.
“Budaya akademik yang saya pelajari di UNAIR adalah pengambilan keputusan berbasis data dan sistem. Kebijakan tidak boleh reaktif, tetapi harus terukur dan berorientasi pada mutu berkelanjutan,” ujar Mujib, Senin (2/3/2026).
Menurut dia, transformasi akademik tidak bisa ditempuh melalui kebijakan parsial. Penguatan daya saing kampus harus dilakukan melalui pendekatan struktural yang konsisten, mulai dari pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas dosen, hingga sistem penjaminan mutu yang terintegrasi.
Pendekatan evidence-based decision making yang menjadi ciri budaya akademik UNAIR, lanjutnya, kini diterapkan dalam tata kelola akademik di Universitas Wiraraja. Ia menekankan pentingnya setiap kebijakan didukung data, analisis kebutuhan, serta indikator capaian yang jelas.
“Transformasi mutu harus berbasis penguatan kapasitas internal. Jika sistemnya kuat, maka daya saing lulusan akan mengikuti,” katanya.
Selain penguatan internal, Mujib juga mendorong perluasan jejaring akademik, baik nasional maupun internasional. Ia menilai kolaborasi riset, publikasi bersama, hingga pertukaran akademik menjadi bagian penting dalam meningkatkan reputasi institusi.
“Mahasiswa harus mendapatkan perspektif lokal dengan wawasan global. Itu hanya bisa dicapai melalui kerja sama lintas institusi dan penguatan budaya riset,” ujarnya.
Sebagai alumnus, ia tetap menjaga relasi dengan UNAIR, termasuk melalui keterlibatan sebagai penguji eksternal program magister dan doktor. Ia memandang hal tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral alumni dalam menjaga standar mutu pendidikan tinggi.
Alumni Berdampak
Mujib menegaskan, makna alumnus berdampak bukan semata pada capaian personal, melainkan pada kemampuan menghadirkan perubahan sistemik. Menurut dia, setiap kebijakan akademik harus dirancang untuk menciptakan efek berantai yang memperkuat mutu dan daya saing lulusan.
“Alumnus UNAIR memiliki tanggung jawab moral untuk membawa budaya akademik unggul di mana pun berada. Ketika nilai itu diterapkan secara konsisten, di situlah daya saing institusi akan tumbuh,” katanya.
Dengan kepemimpinan periode kedua sebagai Wakil Rektor I, Mujib berkomitmen melanjutkan transformasi akademik Universitas Wiraraja agar semakin adaptif, berbasis bukti, dan kompetitif di tengah dinamika pendidikan tinggi nasional.(*)
Kontributor: Khefti
Editor: Abdel Rafi



