
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Kegiatan Pondok Ramadhan Ma’arif Surabaya ditutup dengan praktik manasik haji yang diikuti para santri di kawasan Asrama Haji Surabaya, hari ini, Minggu (1/3/2026). Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian simulasi ibadah haji, mulai dari tawaf hingga lempar jumrah.
Pada sesi awal, panitia menyampaikan materi tentang haji dan umrah, termasuk penjelasan mengenai kewajiban haji bagi umat Islam yang memenuhi syarat mampu (istithaah), sebagaimana tercantum dalam Surah Ali Imran ayat 97.
Ketua tim pelatih manasik SD/MI Ma’arif Surabaya, Ahmad Zaini Ilyas, menjelaskan bahwa istithaah mencakup kemampuan fisik, finansial, serta jaminan keamanan selama perjalanan dan di tempat tujuan.
“Aman juga berarti terhindar dari wabah penyakit dan konflik. Kita pernah belajar dari pengalaman saat pemerintah menunda keberangkatan haji pada masa pandemi Covid-19 demi keselamatan jamaah,” ujarnya.
Setelah pembekalan materi, para santri bergerak menuju lokasi praktik manasik yang berada di depan Masjid Asrama Haji Surabaya. Tepat pukul 07.30 WIB, simulasi dimulai dengan bimbingan tim pelatih.
Rangkaian manasik diawali dengan tawaf mengelilingi miniatur Ka’bah sebanyak tujuh kali, dilanjutkan dengan sa’i dari Shafa ke Marwah. Seusai sa’i, para santri melakukan tahalul sebagai simbol penyucian diri.
Simulasi kemudian berlanjut dengan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, serta lempar jumrah aqabah pada 10 Dzulhijjah. Para peserta juga mempraktikkan tahalul awal sebelum melanjutkan lempar jumrah ula, wustha, dan aqabah pada 11 dan 12 Dzulhijjah.

Sebagai penutup, santri diajak kembali ke “Mekkah” untuk melaksanakan tawaf ifadah dan sa’i, lalu diakhiri dengan tahalul. Seluruh tahapan dipandu secara runtut agar peserta memahami urutan sekaligus makna setiap prosesi ibadah.
Kegiatan berlangsung khidmat sekaligus semarak. Selain memperkenalkan tata cara ibadah haji, praktik manasik yang juga dipandu oleh Hj. Lukmawati, Hj. Musayarah, Hj. Rasyidah, Hj. Husnul Alifah dan Hj. Isnainiyah tersebut, diharapkan menumbuhkan semangat serta cita-cita menunaikan ibadah haji dan umrah sejak dini.
“Harapannya, anak-anak tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga memahami nilai kesabaran, disiplin, dan kebersamaan yang terkandung dalam ibadah haji,” pungkas Zaini.(*)
Kontributor: Ahmad Z I
Editor: Abdel Rafi



