
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Sebanyak 400 siswa sekolah Ma’arif se-Kota Surabaya mengikuti Pesantren Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Cabang Surabaya di Asrama Haji Surabaya, hari ini, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan keagamaan sekaligus penguatan nilai moderasi bagi generasi muda di tengah tantangan era digital.
Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (1/3/2026) itu, diikuti 210 siswa tingkat SD/MI serta 190 siswa jenjang SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK. Para peserta merupakan perwakilan sekolah Ma’arif dari berbagai kecamatan di Surabaya.
Ketua LP Ma’arif NU Surabaya, Moh. Cholil, mengatakan bahwa Pesantren Ramadan dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan keagamaan rutin, melainkan sarana pembentukan karakter.
“Kami ingin siswa Ma’arif mendapatkan pembinaan yang lebih intensif selama Ramadan. Dipilihnya Asrama Haji juga untuk mengenalkan fungsi tempat ini sebagai lokasi pemberangkatan jamaah haji. Di sini anak-anak juga praktik manasik haji,” ujarnya saat pembukaan kegiatan di Hall A Asrama Haji Surabaya.
Hadir dalam acara tersebut Ketua PCNU Surabaya KH. Masduqi Thoha, Rois PCNU Surabaya KH. Dzul Hilmy Ghazali, Katib PCNU Surabaya KH Saiful Halim, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Febrina Kusumawati, Kabid SD/SMP Dinas Pendidikan Moh. Sofyan, serta Kasi Pondok Pesantren Kementerian Agama Kota Surabaya Fathul Mubin.
Ketua PCNU Surabaya KH Masduqi Thoha menekankan pentingnya membangun generasi yang moderat dan tidak terjebak pada sikap ekstrem.
“Anak-anak Ma’arif harus tumbuh menjadi warga negara yang tidak ekstrem kanan maupun kiri. Indonesia tetap damai karena nilai kebhinekaan dirawat bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat pemahaman agama sekaligus membentuk karakter siswa agar bijak dalam penggunaan teknologi.
“Selain memperdalam ilmu agama, anak-anak juga harus cerdas dan bijak menggunakan telepon genggam. Penggunaan yang tepat akan membawa dampak positif bagi perkembangan mereka,” katanya.
Kasi Pontren Kementerian Agama Kota Surabaya, Fathul Mubin, menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ajang memperluas jejaring pertemanan antarsiswa dari berbagai sekolah Ma’arif di Surabaya.
Pesantren Ramadan 1447 H ini diisi dengan materi penguatan akidah, akhlak, moderasi beragama, hingga praktik manasik haji. Bagi para peserta, kegiatan tersebut menjadi pengalaman bermakna yang tidak hanya memperkaya pemahaman keagamaan, tetapi juga menanamkan nilai kebangsaan sejak dini.(*)
Kontributor: Ahmad Zaini
Editor: Abdel Rafi



