
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Dari ruang kelas di Surabaya, Aasim Ahmad Khan melangkah jauh menembus industri kreatif global. Alumnus Magister Media dan Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (UNAIR) asal Pakistan itu kini berkarier sebagai Graphic Specialist di Muhima Digital, perusahaan media kreatif yang berbasis di Arab Saudi.
Perjalanan Aasim di dunia visual bermula dari ketertarikannya pada desain grafis. Ia kemudian mengembangkan keterampilannya ke bidang gambar bergerak, fotografi, dan produksi konten kreatif. Namun, pengalaman tersebut membawanya pada satu kesadaran penting: karya visual yang kuat membutuhkan strategi komunikasi dan riset yang matang.
“Saya memiliki pengalaman di visual communication, filmmaking, photography, dan design. Saya juga terlibat dalam content production, branding, serta berbagai proyek media kreatif,” ujar Aasim dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/2/2026).
Kesadaran itulah yang mendorongnya melanjutkan studi Magister Media dan Komunikasi di UNAIR. Ia ingin memperdalam pemahaman tentang strategi komunikasi modern dan pendekatan berbasis riset dalam industri media.
“Saya ingin memperdalam media communication strategies dan research-based analysis. Program ini sangat sesuai dengan minat saya di bidang komunikasi dan pengembangan media,” katanya.
Sebagai mahasiswa internasional, Aasim mengaku terkesan dengan lingkungan akademik dan budaya di Indonesia. Ia merasakan suasana kampus yang inklusif, dukungan dosen, serta diskusi interaktif yang memperkaya perspektifnya.
Pengalaman akademik tersebut semakin memperluas cara pandangnya, terutama melalui penelitian tesis berjudul Navigating Public Relations Practices in Pakistani Startups: Key Insights, Challenges, and Localized Strategic Approaches. Dalam riset itu, ia mengkaji praktik hubungan masyarakat di perusahaan rintisan Pakistan dan pentingnya strategi komunikasi berbasis konteks lokal.
“Riset ini mengubah cara pandang saya. Saya tidak lagi hanya fokus pada kreativitas visual, tetapi juga memahami pentingnya strategi, analisis audiens, dan tujuan komunikasi yang jelas,” ujarnya.
Bekal akademik dan pengalaman tersebut menjadi fondasi penting ketika Aasim memutuskan meniti karier di tingkat internasional. Ia secara mandiri melakukan riset pasar, mengidentifikasi perusahaan yang relevan, dan membangun jejaring profesional melalui platform digital dengan mengirimkan portofolio.
Upaya itu membuahkan hasil ketika ia diterima bekerja di Muhima Digital di Arab Saudi, sebuah langkah yang menandai keberhasilannya menembus industri kreatif global.
Menurut Aasim, mahasiswa yang ingin berkarier di tingkat internasional perlu mempersiapkan diri secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga kemampuan berpikir strategis dan adaptasi lintas budaya.
“Portofolio yang kuat, riset yang matang, dan keberanian mengambil langkah adalah kunci untuk membuka peluang global,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada UNAIR, khususnya lingkungan akademik dan Airlangga Global Engagement, yang memberinya kesempatan belajar dan berkembang dalam lingkungan internasional.
Perjalanan Aasim menunjukkan bahwa pendidikan, riset, dan ketekunan dapat menjadi jembatan untuk menembus batas geografis. Dari Surabaya, ia membuktikan bahwa talenta kreatif dengan fondasi akademik yang kuat mampu bersaing dan berkontribusi di panggung global.(*)
Kontributor: Khefti
Editor: Abdel Rafi



