
JOMBANG, CAKRAWARTA.com – Nahdlatul Ulama sejak awal berdirinya menempatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai inti perjuangan. Dua bidang yang menjadi pilar utama khidmat tersebut adalah pendidikan dan kesehatan.
Hal itu ditegaskan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfidz saat membuka Kick Off Layanan Kesehatan Gratis Satu Abad NU di RSNU Jombang, Sabtu (31/1/2026).
“Sejak 1926, NU didirikan untuk melayani masyarakat. Khidmat pertama NU adalah pendidikan, kemudian berkembang ke bidang kesehatan,” ujar Abdul Hakim Mahfidz, yang akrab disapa Gus Kikin.
Kick off layanan kesehatan gratis tersebut ditandai pemukulan rebana sebanyak sembilan kali oleh Ketua PWNU Jatim. Program ini digelar serentak di 100 titik layanan kesehatan milik NU yang tersebar di 45 PCNU se-Jawa Timur.
Hadir dalam kegiatan itu Ketua Arsinu dan Lembaga Kesehatan PBNU Dr. dr. KH. M Zulfikar As’ad, Direktur RSNU Jombang Dr dr Ade Armada Sutedja, serta Ketua Panitia Harlah Satu Abad NU PWNU Jatim Prof. Maskuri Bakri.
Gus Kikin menjelaskan, PWNU Jatim memperingati Harlah Satu Abad NU (1926-2026) dengan 13 program utama. Layanan kesehatan gratis menjadi salah satu agenda strategis untuk memastikan NU hadir langsung di tengah kebutuhan umat.
“Secara daring saya melihat masyarakat di Tulungagung, Sidoarjo, Surabaya, dan Malang sudah mengantre. Inilah wajah khidmat NU yang nyata. Alhamdulillah, rumah sakit NU terus berkembang. Terakhir kami meresmikan RSNU di Pasuruan dan semuanya sudah operasional,” katanya.
Pengasuh Pesantren Tebuireng itu menambahkan, NU akan terus berbenah di berbagai sektor dengan satu semangat utama: melayani dan merawat persatuan. “Puncak peringatan Harlah melalui Mujahadah Kubro diperkirakan dihadiri sekitar 100.000 jamaah. Insya Allah, Presiden juga hadir,” ujarnya.
Direktur RSNU Jombang Dr. dr. Ade Armada Sutedja menilai, pelayanan kesehatan merupakan bentuk dakwah yang konkret. “Dakwah tidak selalu dari mimbar. Pelayanan kesehatan adalah wajah Islam rahmatan lil alamin yang langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, bidang kesehatan menunjukkan NU bekerja dalam senyap, tetapi manfaatnya nyata. “Kami berkomitmen melayani secara humanis, profesional, dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Ini bagian dari perjuangan NU dalam kebangsaan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Kesehatan NU Jawa Timur dr Hardadi Airlangga menjelaskan, sejumlah daerah bahkan menggelar layanan kesehatan gratis lebih dari satu kali. LKNU Blitar, misalnya, mengadakan layanan pada 24 dan 31 Januari serta 2 Februari.
“Di Malang dan Gresik juga lebih dari satu kali. Ada pula daerah yang belum memiliki rumah sakit NU sehingga bekerja sama dengan pemerintah kabupaten, seperti Pacitan dan Magetan,” kata Hardadi.
Pada puncak Harlah Satu Abad NU, layanan kesehatan gratis juga akan disiagakan di Stadion Gajayana, Malang, selama Mujahadah Kubro pada 7-8 Februari 2026. Tim kesehatan dari Muhammadiyah Kota Malang turut ambil bagian.
Rangkaian Harlah Satu Abad NU PWNU Jatim meliputi Sarasehan Pesantren, Hadrah Lailatul Ishari, pameran lukisan nasional bertema Mangsa Kalasubo, program pesantren sehat, hingga NUConomic dan GenZINU Bootcamp di Blitar. Hingga Jumat (31/1/2026) malam, panitia mencatat hampir 100.000 jamaah telah terdaftar untuk mengikuti Mujahadah Kubro.(*)
Kontributor: Cak Edy
Editor: Abdel Rafi



