
JOMBANG, CAKRAWARTA.com – Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, menggelar Gebyar Muharam dengan memberikan santunan kepada 43 anak yatim, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Ma’ruf, Dusun Beyan, Desa Pandanwangi, itu diikuti sekitar 200 guru dari 39 Raudhatul Athfal (RA) se-Kecamatan Diwek.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang Muhajir, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Nur Khojin, pendamping madrasah Syaiful Hadi, pengurus takmir Masjid Al-Ma’ruf, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Jombang Nur Khojin mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut dia, santunan anak yatim tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga pembelajaran nilai bagi para pendidik dan peserta didik.
“Semoga kegiatan ini membawa dampak baik. Para guru tetap amanah dalam mendidik, sehingga lembaga RA semakin memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Nur Khojin.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang Muhajir berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi IGRA di kecamatan lain. Ia menilai, peringatan Tahun Baru Islam semestinya dimaknai sebagai momentum memperkuat kepedulian dan kasih sayang kepada sesama.
“Harta kita mungkin tidak banyak. Namun, ketika sebagian dapat dibagikan kepada anak yatim, insya Allah keberkahannya akan berlipat,” ujar Muhajir.
Menurut dia, kegiatan santunan juga penting sebagai pendidikan karakter. Anak-anak, kata Muhajir, tidak cukup hanya diajak memahami nilai kebaikan melalui nasihat, melainkan perlu melihat contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini bukan sekadar berbicara tentang kepedulian, melainkan mempraktikkannya secara langsung sebagai teladan yang baik,” katanya.
Ketua Panitia Gebyar Muharam IGRA Diwek Zahrotul Muniroh mengatakan, kegiatan tersebut rutin digelar setiap menyambut Tahun Baru Islam. Tahun sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan di lapangan Kecamatan Diwek dan dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.
Adapun pada tahun ini, santunan diberikan kepada 43 anak yatim yang merupakan siswa RA di lingkungan anggota IGRA Kecamatan Diwek.
Ketua IGRA Kecamatan Diwek Ajwidatul Hasanah berharap bantuan tersebut dapat membawa manfaat bagi anak-anak penerima serta menjadi penguat semangat bagi para guru untuk terus menanamkan nilai kepedulian sosial.
“Anak-anak yang menerima santunan merupakan siswa dari RA anggota IGRA Diwek. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi semuanya,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, Pengasuh Pesantren Falahul Muhibbin Watugaluh KH Nur Hadi mengapresiasi peran guru RA dalam mendampingi anak-anak pada masa awal pendidikan.
Menurut kiai yang akrab disapa Mbah Bolong itu, guru RA tidak hanya mengajarkan pengetahuan dasar, tetapi juga menjalankan peran penting dalam membentuk karakter anak.
“Di sekolah, guru RA turut menggantikan peran ibu dalam mendampingi anak. Masa RA merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang mereka,” kata Nur Hadi.
Ia mengajak para guru menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai kesempatan untuk memperbanyak rasa syukur sekaligus melakukan introspeksi diri.
“Semoga para guru semakin sabar, perhatian, dan menyayangi anak didiknya. Dengan begitu, setiap ikhtiar dalam mendidik anak memperoleh ridha Allah,” ujarnya.(*)
Kontributor: Mukani
Editor: Abdel Rafi








