
SURABAYA, CAKRAWARTA.com –Ketekunan Abdullah Faqih Siswadi dalam menghafalkan Al-Qur’an selama enam tahun berbuah manis. Siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya itu berhasil menuntaskan hafalan 10 juz Al-Qur’an setelah mengikuti uji tasmi’ 10 juz bil ghaib di ruang utama Masjid Al-Akbar Surabaya, Rabu (5/8/2026).
Ujian yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 14.30 WIB itu menjadi penanda keberhasilan Abdullah menyelesaikan hafalan juz 1 hingga juz 8 serta juz 29 dan 30. Kegiatan tersebut disaksikan keluarga, guru, dan pengelola yayasan serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube MI Masjid Al-Akbar Surabaya.
Abdullah mengaku mulai menghafal Al-Qur’an sejak duduk di kelas I dengan target satu halaman setiap hari. Konsistensi itu mengantarkannya menyelesaikan hafalan 10 juz sebelum menamatkan pendidikan di tingkat madrasah ibtidaiyah.
“Alhamdulillah, saya senang bisa menyelesaikan hafalan ini. Semoga menjadi berkah bagi kedua orang tua dan para ustadz yang telah membimbing saya sejak awal,” ujarnya.
Ayah Abdullah, M. Ari, mengatakan keberhasilan putranya tidak lepas dari kebiasaan mengulang hafalan secara disiplin setiap hari. Selain menyetorkan hafalan setiap pagi, Abdullah juga membiasakan muroja’ah setelah shalat Maghrib dengan pendampingan orang tua.
“Yang paling penting adalah istiqamah. Orang tua juga harus terus mendampingi agar hafalan tetap terjaga,” katanya.
Perwakilan Yayasan Pendidikan Masjid Al-Akbar Surabaya, Ustadz M. Jakfar, menilai keberhasilan Abdullah merupakan buah dari sinergi antara kesungguhan siswa, pendampingan guru tahfidz, dan dukungan keluarga.
“Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi siswa lain untuk mencintai Al-Qur’an dan terus meningkatkan hafalannya. Keberhasilan seorang anak lahir dari kerja sama antara sekolah, guru, dan orang tua,” ujarnya.
Kepala MI Masjid Al-Akbar Surabaya, M. Chasan, mengatakan sekolah menargetkan setiap lulusan memiliki hafalan tiga hingga lima juz Al-Qur’an. Namun, sejumlah siswa mampu melampaui target tersebut, termasuk Abdullah yang berhasil menyelesaikan hafalan 10 juz.
Menurut Chasan, siswa yang mencapai target hafalan memperoleh apresiasi dalam penilaian kelulusan. Sementara itu, mereka yang mampu melampaui target diharapkan menjadi teladan bagi siswa lain dalam mengembangkan budaya tahfidz di lingkungan madrasah.
“Apabila melanjutkan pendidikan di MTs Masjid Al-Akbar, tersedia program beasiswa khusus bagi siswa yang berprestasi di bidang tahfidz,” katanya.
Keberhasilan Abdullah menuntaskan hafalan 10 juz menjadi salah satu contoh bahwa pembiasaan menghafal Al-Qur’an sejak usia dini, disertai pendampingan yang konsisten dari keluarga dan sekolah, dapat membuahkan hasil yang membanggakan sekaligus menginspirasi lahirnya lebih banyak generasi Qur’ani.(*)
Kontributor: Cak Edy
Editor: Abdel Rafi








