
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menempati peringkat ketiga nasional dalam indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG) 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera. Dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2026, Unusa berada pada posisi ke-86 dunia untuk indikator tersebut.
Capaian itu menempatkan Unusa di bawah Universitas Indonesia dan Universitas Airlangga. Di tingkat global, posisi Unusa berada sejajar dengan sejumlah perguruan tinggi dunia, antara lain Queen’s University, Kanada.
Rektor Unusa Tri Yogi Yuwono mengatakan, hasil tersebut menjadi penanda pengakuan internasional terhadap kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat kesehatan masyarakat. Kontribusi itu, antara lain, dilakukan melalui pendidikan tenaga kesehatan, pengelolaan rumah sakit pendidikan, riset kesehatan masyarakat, serta program pengabdian kepada masyarakat.
”Capaian ini membuktikan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama mampu memberi kontribusi nyata terhadap agenda pembangunan berkelanjutan dunia,” kata Tri dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).
Secara keseluruhan, Unusa masuk kelompok peringkat 1.001-1.500 dunia dalam THE Impact Rankings 2026. Posisi itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya ketika Unusa berada pada kelompok peringkat 1.501 ke atas.
Peningkatan juga terjadi pada indikator SDG 3. Pada pemeringkatan tahun sebelumnya, Unusa berada pada rentang peringkat 601-800 dunia. Tahun ini, kampus tersebut melonjak ke posisi ke-86 dunia.

Tri menuturkan, capaian itu menjadikan Unusa sebagai perguruan tinggi swasta dengan kinerja terbaik di bidang kesehatan di Jawa Timur serta masuk tiga besar secara nasional. Menurut dia, penguatan pendidikan kesehatan, rumah sakit pendidikan, dan layanan pengabdian masyarakat menjadi fondasi penting di balik peningkatan tersebut.
Namun, ia menekankan bahwa pemeringkatan bukan semata-mata persoalan reputasi institusi. Lebih dari itu, indikator THE Impact Rankings mengukur sejauh mana perguruan tinggi menghadirkan dampak yang terukur bagi masyarakat.
”Yang terpenting bukan angka pemeringkatannya, melainkan dampak nyata yang dapat dirasakan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan,” ujar Tri.
Selain pada indikator kesehatan, Unusa juga mencatatkan capaian pada sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan lainnya. Dalam SDG 5 tentang kesetaraan gender, Unusa berada pada kelompok peringkat 601-800 dunia. Adapun dalam SDG 6 tentang air bersih dan sanitasi layak, Unusa menempati kelompok peringkat 401-600 dunia.
Menurut Tri, capaian tersebut mencerminkan upaya Unusa membangun perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga pada kebermanfaatan sosial serta keberlanjutan lingkungan.
Dengan hasil itu, Unusa memperkuat posisinya di antara perguruan tinggi swasta Indonesia yang berupaya bersaing di tingkat global melalui kerja-kerja konkret di bidang kesehatan masyarakat, kesetaraan gender, dan pengelolaan lingkungan.(*)
Kontributor: Cak Edy
Editor: Abdel Rafi








