
BOGOR, CAKRAWARTA.com — Di sebuah taman bacaan di kaki Gunung Salak, Bogor, anak-anak tidak hanya diajak membuka halaman buku. Mereka juga diperkenalkan pada cara memahami uang, menabung, dan merencanakan masa depan sejak dini.
Sebanyak 100 anak pembaca aktif di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka mengikuti kegiatan literasi keuangan dan literasi digital yang digelar Avrist Assurance, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan bertajuk Avrist Edu-Aksi: Learn Today, Lead Tomorrow itu menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan. Selain edukasi literasi keuangan, kegiatan diisi permainan interaktif, motivasi membaca, serta penyerahan bantuan tablet dan perlengkapan belajar bagi anak-anak.
Direktur Avrist Assurance Aldi Rinaldi mengatakan, literasi keuangan perlu dikenalkan kepada anak-anak melalui pendekatan yang sederhana, dekat dengan kehidupan mereka, dan menyenangkan.
“Anak-anak perlu terus didorong untuk rajin belajar, membaca, dan berani memiliki cita-cita. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan pentingnya literasi keuangan, termasuk pemahaman dasar mengenai perlindungan diri dan masa depan,” kata Aldi dalam keterangannya di Bogor, Senin.
Dalam kegiatan tersebut, Avrist juga memberikan perlindungan asuransi selama satu tahun bagi pengurus dan relawan TBM Lentera Pustaka.
Menurut Aldi, program itu merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai perencanaan keuangan dan asuransi jiwa. Edukasi, kata dia, tidak hanya penting bagi kelompok dewasa, tetapi juga perlu ditanamkan sejak usia sekolah.
Avrist Assurance merupakan perusahaan asuransi jiwa patungan yang telah beroperasi lebih dari 45 tahun di Indonesia. Perusahaan ini menjalankan sejumlah kanal distribusi, antara lain agensi, bancassurance, kemitraan alternatif, manfaat karyawan, dan layanan syariah.
Ruang Belajar di Kampung
TBM Lentera Pustaka selama ini menjadi salah satu ruang belajar bagi anak-anak di kawasan kaki Gunung Salak. Taman bacaan tersebut telah beroperasi lebih dari sembilan tahun dan melayani sekitar 330 pengguna setiap pekan.
Tidak hanya menyediakan buku, TBM Lentera Pustaka juga menjalankan beragam program pendampingan. Di antaranya Gerakan Berantas Buta Aksara, kelas prasekolah, pembinaan anak yatim dan lansia, layanan ramah difabel, gerakan menabung, literasi finansial, literasi digital, hingga motor baca keliling untuk menjangkau kampung-kampung.
Kegiatan tersebut didukung 12 relawan dan berlangsung enam hari dalam sepekan.
Pendiri sekaligus Kepala Program TBM Lentera Pustaka Syarifudin Yunus menilai dukungan korporasi terhadap taman bacaan penting untuk memperluas kesempatan belajar anak-anak, terutama di wilayah yang akses pendidikannya masih terbatas.
“Bantuan ini bukan hanya menambah fasilitas belajar. Anak-anak juga mendapat wawasan baru tentang literasi keuangan dan semakin termotivasi untuk membaca serta melanjutkan sekolah,” ujar Syarifudin.
Kolaborasi antara dunia usaha dan taman bacaan, menurut dia, dapat memperkuat ekosistem pendidikan berbasis masyarakat. Taman bacaan bukan sekadar tempat meminjam buku, melainkan ruang tumbuh bagi anak-anak untuk membangun pengetahuan, keterampilan, dan harapan.
Di tengah tantangan rendahnya minat baca dan kebutuhan akan kecakapan finansial sejak dini, kegiatan di TBM Lentera Pustaka menunjukkan bahwa pendidikan dapat hadir dari ruang-ruang sederhana: sebuah rak buku, relawan yang setia mendampingi, dan kepedulian untuk membuka jalan bagi masa depan anak-anak.(*)
Kontributor: Yunus
Editor: Abdel Rafi








