
PONOROGO, CAKRAWARTA.com – Komisi E DPRD Jawa Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMAN 1 Ponorogo, Jumat (26/6/2026), menyusul beredarnya informasi mengenai dugaan pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Sidak dipimpin anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Suli Da’im, didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Ponorogo, Maskun. Rombongan diterima Kepala SMAN 1 Ponorogo, Supardi.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan dan pemberitaan yang berkembang di tengah masyarakat terkait dugaan adanya pungutan dalam proses penerimaan peserta didik baru.
Setelah meminta penjelasan dari pihak sekolah dan Cabang Dinas Pendidikan, Suli Da’im menyatakan belum menemukan indikasi pelanggaran dalam pelaksanaan SPMB di SMAN 1 Ponorogo.
“Kami datang untuk memastikan langsung informasi yang beredar. Berdasarkan penjelasan yang kami peroleh, pelaksanaan SPMB di SMAN 1 Ponorogo hingga saat ini berjalan sesuai ketentuan. Namun, pengawasan tentu tetap kami lakukan secara objektif dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah,” ujar Suli Da’im.
Menurut dia, setiap informasi yang berkembang di masyarakat harus ditindaklanjuti secara serius agar tidak menimbulkan keresahan, tetapi proses verifikasi tetap harus bertumpu pada fakta dan data.
Karena itu, DPRD Jawa Timur membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan dugaan penyimpangan selama proses SPMB berlangsung.
“Jika masyarakat menemukan kejanggalan atau dugaan pelanggaran, silakan melapor kepada DPRD maupun Cabang Dinas Pendidikan. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.
Suli Da’im menambahkan, transparansi merupakan prasyarat penting agar proses penerimaan peserta didik berlangsung adil dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menilai seluruh tahapan SPMB harus dilaksanakan secara terbuka, akuntabel, serta bebas dari praktik yang berpotensi merugikan calon peserta didik.
“SPMB adalah pintu masuk layanan pendidikan. Jangan sampai muncul praktik yang mencederai rasa keadilan masyarakat. Kami akan terus melakukan pengawasan agar seluruh proses berjalan sesuai regulasi dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap calon peserta didik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak SMAN 1 Ponorogo menyatakan siap mendukung proses pengawasan dan memastikan seluruh tahapan penerimaan siswa baru dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(*)
Kontributor: Muh. Nurcholis
Editor: Abdel Rafi








