UTBK UNAIR 2026 Digelar Inklusif dan Berintegritas, 16.672 Peserta Siap Ikuti Ujian

Momen suasana UTBK di UNAIR pada tahun 2024 lalu. (foto: UNAIR untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Universitas Airlangga (UNAIR) menegaskan komitmennya menyelenggarakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 secara inklusif, nyaman, dan berintegritas. Komitmen itu disampaikan Ketua Pusat UTBK UNAIR 2026, Mochammad Amin Alamsjah, dalam kegiatan kick off pelaksanaan UTBK, Selasa (14/4/2026).

Amin menjelaskan bahwa UTBK di UNAIR akan berlangsung selama 10 hari, mulai 21 hingga 30 April 2026. Sebanyak 16.672 peserta tercatat mengikuti ujian di kampus tersebut. Jumlah itu setara dengan 94,7% dari total kapasitas yang disediakan, yakni 17.600 kursi.

Ujian akan dilaksanakan dalam 19 sesi yang tersebar di Kampus B dan Kampus C UNAIR. Lokasi ujian mencakup 10 gedung dengan 22 ruang computer-based test (CBT), antara lain di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, Fakultas Vokasi, serta sejumlah gedung di Kampus C seperti Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB), Gedung Nano, Gedung Nani, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Untuk mendukung kenyamanan peserta, panitia menyediakan ruang transit di setiap lokasi ujian. Selain itu, peserta sesi pagi juga disiapkan teh hangat dan roti. Fasilitas ini ditujukan membantu peserta yang datang lebih awal agar tetap fokus saat mengerjakan ujian.

“Banyak peserta sesi pagi belum sempat sarapan karena harus tiba lebih awal. Fasilitas ini kami harapkan dapat membantu mereka lebih siap menghadapi ujian,” ujar Amin dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

UNAIR juga memastikan pelaksanaan UTBK ramah bagi penyandang disabilitas. Peserta tuna daksa, tuna rungu, dan tuna wicara difasilitasi dengan ruang ujian khusus di Kampus C serta pendampingan selama ujian berlangsung. Tercatat, terdapat 18 peserta tuna rungu dan empat peserta tuna daksa yang akan mengikuti ujian di Gedung Nano.

Sementara itu, Rektor UNAIR, Muhammad Madyan, mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan publik dalam penyelenggaraan UTBK. Ia meminta seluruh panitia mewaspadai potensi kecurangan, terutama praktik perjokian. “Kepercayaan masyarakat dan pemerintah harus dijaga. Panitia perlu mengantisipasi segala bentuk kecurangan, termasuk perjokian yang kini semakin canggih,” kata Madyan, Rabu.

Selain aspek keamanan, ia juga menekankan pentingnya kesiapan fasilitas pendukung, termasuk tempat ibadah yang memadai di sekitar lokasi ujian, mengingat peserta diwajibkan hadir sejak pukul 06.00 WIB. “Mudah-mudahan seluruh rangkaian UTBK ini berjalan lancar dan semua pihak diberi kesehatan,” ujarnya.(*)

Kontributor: Khefti

Editor: Abdel Rafi