
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menjajaki peluang kerja sama strategis dengan Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan Daihatsu Motor Corporation (DMC) dalam pengembangan sumber daya manusia, riset terapan, serta inovasi teknologi transportasi masa depan.
Penjajakan kolaborasi tersebut mengemuka saat delegasi TMMIN dan Daihatsu mengunjungi kampus PENS, Surabaya, Rabu (3/6/2026). Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri otomotif yang tengah bergerak menuju era elektrifikasi dan kendaraan otonom.
Direktur PENS, Arif Irwansyah, mengatakan, perguruan tinggi vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan talenta yang mampu menjawab tantangan transformasi industri global.
Menurut dia, selain menyiapkan lulusan yang kompeten, kampus juga perlu menjadi ruang lahirnya inovasi yang dapat diadopsi oleh dunia industri.
Delegasi TMMIN dipimpin Director sekaligus Senior Executive Project Leader of R&D Enhancement Kazuhiro Fukazawa yang didampingi Indra Chandra dari Engineering Management Division. Sementara Daihatsu Motor Corporation diwakili Yu Nishimitsu, Manager Electronics Platform Development Division.
Dalam pertemuan tersebut, masing-masing pihak memaparkan profil institusi sekaligus mendiskusikan berbagai peluang sinergi yang dapat dikembangkan. Dari pihak PENS, pemaparan disampaikan oleh Prof Moch Zen Samsono Hadi yang menjelaskan berbagai capaian dan arah pengembangan kampus dalam bidang teknologi terapan.
Tidak hanya berdiskusi di ruang pertemuan, delegasi industri juga diajak melihat secara langsung sejumlah fasilitas riset unggulan yang dimiliki PENS.
Salah satunya adalah Automated Guided Vehicle (AGV) Laboratory, laboratorium yang mengembangkan teknologi kendaraan otomatis untuk mendukung konsep pabrik cerdas atau smart factory.
Rombongan juga mengunjungi Center for Research and Innovation on Advanced Transportation Electrification (CrEATE), pusat riset yang menjadi salah satu andalan PENS dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik dan elektrifikasi transportasi.
Kunjungan kemudian ditutup di Autonomous Electrical Vehicle Laboratory, tempat berbagai teknologi kendaraan otonom berbasis sensor, kecerdasan buatan, sistem elektronik, dan kontrol cerdas dikembangkan.
Dari hasil diskusi, sejumlah peluang kolaborasi mulai mengemuka. Kerja sama tidak hanya mencakup program magang, rekrutmen, dan pembelajaran berbasis industri, tetapi juga penelitian bersama, pengembangan teknologi, hingga hilirisasi inovasi.
Bidang yang menjadi perhatian bersama antara lain pengembangan kendaraan listrik, sistem kendaraan otonom, serta manufaktur cerdas yang diproyeksikan menjadi tulang punggung industri otomotif masa depan.
“Kami melihat banyak peluang sinergi yang dapat dikembangkan bersama antara PENS, TMMIN, dan Daihatsu Motor Corporation. Baik dalam aspek pengembangan talenta, magang, pembelajaran berbasis industri, maupun penelitian dan inovasi yang mendukung kebutuhan industri otomotif masa depan,” kata Arif.
Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi PENS Firman Arifin menambahkan, pertemuan tersebut merupakan langkah awal untuk membangun kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan.
Menurut Firman, komunikasi lanjutan akan difokuskan pada pengembangan talenta, penguatan riset terapan, serta penciptaan inovasi yang memiliki nilai guna bagi industri dan masyarakat.
“Diskusi hari ini menjadi langkah awal yang baik. Kami berharap dapat menindaklanjutinya melalui komunikasi yang lebih intensif, baik pada aspek pengembangan talenta maupun peluang kolaborasi riset dan inovasi,” ujarnya.
Di tengah persaingan global yang semakin ketat, kolaborasi antara kampus dan industri dinilai menjadi salah satu kunci penting untuk mempercepat lahirnya teknologi baru sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan. Bagi PENS, pertemuan dengan Toyota dan Daihatsu menjadi sinyal bahwa kampus vokasi Indonesia memiliki peluang semakin besar untuk mengambil peran dalam ekosistem inovasi industri otomotif masa depan.(*)
Kontributor: Firman A
Editor: Abdel Rafi








