
PIDIE JAYA, CAKRAWARTA.com – Universitas Airlangga (UNAIR) menyalurkan bantuan modal usaha masing-masing sebesar Rp 3 juta kepada pelaku usaha mikro yang terdampak di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Minggu (22/2/2026). Bantuan ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan ekonomi pelaku usaha kecil sekaligus mendorong kemandirian finansial mereka.
Bantuan tunai tersebut tidak sekadar menjadi dukungan jangka pendek, tetapi juga bagian dari upaya pemberdayaan berkelanjutan. Para pelaku usaha didampingi dan diberi pembekalan strategi agar mampu mengembangkan usaha secara adaptif di tengah keterbatasan akses pasar.
Pakar Sosiologi UNAIR, Prof. Dr. Bagong Suyanto, mengatakan, dalam fase pemulihan ekonomi, pelaku usaha sebaiknya tidak terburu-buru membesarkan satu usaha, melainkan mengembangkan beberapa usaha kecil yang lebih fleksibel dan tahan risiko.
“Lebih baik memiliki usaha yang kecil-kecil tetapi banyak, daripada satu usaha besar yang berisiko tinggi. Kita harus realistis dengan target pasar dan kemampuan yang ada,” ujar Bagong dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi media ini, Senin (23/2/2026).
Menurut dia, diversifikasi usaha menjadi strategi penting untuk memperluas peluang pendapatan. Jika belum mampu menciptakan produk baru, pelaku usaha dapat memperluas jangkauan dengan membuka usaha serupa di lokasi berbeda atau menyasar segmen pasar yang lain.
Selain diversifikasi, Bagong juga menekankan pentingnya inovasi dan identitas produk. Di era ekonomi berbasis pengalaman, konsumen tidak hanya membeli barang karena fungsi, tetapi juga karena nilai emosional dan cerita di balik produk tersebut.
“Buatlah nama usaha yang unik dan menarik rasa penasaran. Konsumen sekarang mencari pengalaman yang berkesan, bukan sekadar barang,” katanya.
Ia menambahkan, pelaku usaha perlu memahami karakter konsumennya agar dapat membangun kedekatan emosional melalui produk yang ditawarkan. Identitas dan cerita produk, menurut dia, dapat menjadi nilai tambah yang meningkatkan daya saing usaha kecil.
Bagong juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif dan terjangkau. Platform digital, kata dia, dapat membantu pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas tanpa membutuhkan biaya besar.
“Mohon bantuan ini tidak dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif. Gunakan untuk memperkuat usaha agar bisa berkembang dan berkelanjutan,” ujarnya.
Koordinator Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Komunitas (LPMB) UNAIR, Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari, berharap bantuan modal dan pendampingan yang diberikan dapat menjadi sumber optimisme baru bagi pelaku usaha di Pidie Jaya.
Ia mengatakan, pendampingan lanjutan akan dilakukan bersama mitra lokal, termasuk Yayasan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (YAPPERA), agar pelaku usaha dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara praktis.
“Kami berharap kontribusi UNAIR ini dapat menjadi awal kebangkitan ekonomi masyarakat. Pendampingan akan terus dilakukan agar usaha yang dirintis dapat bertahan dan berkembang,” kata Ikhsan.
Melalui bantuan modal, edukasi, dan pendampingan, UNAIR berharap pelaku usaha mikro di Pidie Jaya mampu membangun kemandirian ekonomi secara bertahap. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat ekonomi masyarakat dan mengurangi kerentanan kelompok usaha kecil di daerah terdampak.(*)
Kontributor: Khefti
Editor: Abdel Rafi



