Monday, April 6, 2026
spot_img
HomePendidikanTalenta Digital Santri Diluncurkan, Pesantren Masuk Era Baru

Talenta Digital Santri Diluncurkan, Pesantren Masuk Era Baru

Pendakwah muda ternama Muhammad Iqdam Kholid didampingi Pengasuh Pesantren Digipreneur Al-Yasmin, H. Helmy M Noor saat momen pengajian umum peluncuran program “Talenta Digital Santri” di kompleks Pesantren Digipreneur Al-Yasmin, Surabaya, Minggu (5/4/2026) malam. (foto: Al-Yasmin untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Transformasi dunia pesantren menuju era digital kian menguat. Hal itu ditandai dengan peluncuran program “Talenta Digital Santri” di Pesantren Digipreneur Al-Yasmin, Surabaya, Minggu (5/4/2026) malam.

Peluncuran program tersebut dilakukan oleh pendakwah muda sekaligus Pengasuh Majelis Taklim “Sabilu Taubah” dari Blitar, Muhammad Iqdam Kholid atau yang akrab disapa Gus IQdam bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, yang ditandai dengan atraksi 21 konfigurasi drone di langit kawasan pesantren. Formasi drone menampilkan berbagai simbol, mulai dari kaligrafi “Allah” dan “Muhammad”, hingga pesan bertema santri, teknologi, dan kebangsaan.

Di hadapan ribuan jamaah dan sejumlah pejabat daerah, Gus Iqdam menegaskan bahwa santri tidak lagi cukup hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Santri harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Tidak hanya berakhlak, tetapi juga menguasai teknologi,” ujarnya.

Kehadiran Wagub Jatim Emil Dardak (kanan) dalam momen peluncuran program “Talenta Digital Santri” di kompleks Pesantren Digipreneur Al-Yasmin, Surabaya, Minggu (5/4/2026) malam jadi bukti dukungan kuat Pemprov Jatim bagi dunia pendidikan khususnya dunia santri dan kemajuan zaman. (foto: Al-Yasmin untuk Cakrawarta)

Menurut dia, perpaduan antara nilai spiritual dan kemampuan digital akan membuat dakwah lebih relevan dan mudah diterima masyarakat. Ia bahkan menyatakan komitmennya untuk mendorong para santri agar mempelajari teknologi informasi dan media sosial sebagai bagian dari strategi dakwah.

Dalam tausiyahnya, Gus Iqdam juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antarmanusia (hablumminannas) selain hubungan dengan Tuhan (hablumminallah). Ia menyinggung ajaran tentang bahaya menyakiti sesama yang dapat menghapus pahala ibadah.

Sementara itu, Emil Dardak menilai pesantren memiliki posisi strategis dalam menjembatani tradisi keilmuan Islam dengan perkembangan teknologi digital. Menurut dia, inisiatif di Pesantren Al-Yasmin sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menyiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perubahan.

“Pesantren dapat menjadi ruang pertemuan antara akar tradisi dan inovasi digital generasi muda. Ini menjadi langkah penting agar santri mampu berkontribusi dalam ekonomi kreatif,” kata Emil.

Ribuan jamaah khususnya kaum santri menghadiri momen peluncuran program “Talenta Digital Santri” di kompleks Pesantren Digipreneur Al-Yasmin, Surabaya, Minggu (5/4/2026). (foto: Al-Yasmin untuk Cakrawarta)

Sementara itu, dihubungi terpisah, Senin (6/4/2026), Pengasuh Pesantren Digipreneur Al-Yasmin, Helmy M Noor, menjelaskan bahwa program “Talenta Digital Santri” dirancang untuk membekali santri dengan literasi digital, keterampilan kewirausahaan, serta pemahaman keislaman yang kuat.

Ia menambahkan, santri diharapkan tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai agama, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat yang semakin terdigitalisasi.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular