Belajar Bahasa Arab Tak Lagi Rumit, ASN Kemenag Blitar Diajak Kuasai Nahwu dalam Dua Hari

Para ASN Kemenag Kota Blitar berfoto bersama dengan pemateri saat mengikuti pelatihan Bahasa Arab di Mini Hall Kemenag Kota Blitar, Minggu (24/5/2026). (foto: Mukani)

BLITAR, CAKRAWARTA.com – Kementerian Agama Kota Blitar menggelar pelatihan bahasa Arab dengan pendekatan “Metode Alam” di Mini Hall Kemenag Kota Blitar, mulai Sabtu (23/5/2026) hingga hari ini, Minggu (24/5/2026). Pelatihan tersebut diikuti aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag Kota Blitar, mulai dari penyuluh agama, kepala KUA, kepala seksi, hingga staf administrasi.

Pelatihan menghadirkan Prof. (HC) Dr. Muhammad Nur Alam Fajar Syah sebagai narasumber utama. Kepala Kemenag Kota Blitar, Dr. Muhammad Kanzul Fathon, turut hadir mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung.
Kanzul Fathon mengatakan, pelatihan itu menjadi ruang belajar baru bagi para ASN untuk memahami bahasa Arab dengan pendekatan yang lebih sederhana dan menyenangkan. Selama ini, kata dia, banyak peserta menganggap nahwu dan kaidah bahasa Arab sebagai materi yang sulit dipahami.

“Selama dua hari ini kami belajar materi yang sangat menarik dan membuka cakrawala berpikir tentang kedalaman Al-Qur’an,” ujarnya.

Menurut dia, suasana pelatihan yang cair membuat peserta lebih mudah mengikuti materi. Sejumlah peserta yang sebelumnya mengaku kesulitan memahami kaidah bahasa Arab mulai menunjukkan perkembangan selama pelatihan berlangsung.

Muhammad Nur Alam Fajar Syah menilai kemampuan memahami bahasa Arab menjadi kebutuhan penting bagi pegawai di lingkungan Kementerian Agama karena berkaitan erat dengan pemahaman teks-teks keislaman.
Namun, ia mengakui, pembelajaran bahasa Arab selama ini kerap dipersepsikan rumit dan membutuhkan waktu panjang karena banyaknya kaidah yang harus dipelajari.

“Banyak orang merasa bahasa Arab itu sulit karena harus memahami materi yang cukup kompleks dan sering kali menimbulkan kejenuhan,” katanya.

Melalui pendekatan yang ia sebut sebagai “Metode Alam”, peserta diajak memahami dasar-dasar nahwu secara lebih praktis dan komunikatif. Metode tersebut merupakan akronim dari “Ajaib, Lugas, Asyik, dan Mudah”.

Ia mengklaim pendekatan itu dapat membantu peserta memahami pola dasar bahasa Arab dalam waktu relatif singkat, tanpa menghilangkan substansi materi yang dipelajari.

“Metode ini kami susun agar belajar kaidah bahasa Arab tidak lagi menjadi sesuatu yang menakutkan, tetapi lebih mudah dipahami dan menyenangkan,” ujarnya.

Kasubag TU Kemenag Kota Blitar, M Agus Salim, mengapresiasi pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam pelatihan tersebut. Menurut dia, metode yang komunikatif membuat peserta lebih antusias mengikuti materi hingga akhir kegiatan.

“Peserta terlihat lebih menikmati proses belajar dan tidak merasa terbebani seperti saat mempelajari kaidah bahasa Arab secara konvensional,” katanya.(*)

Kontributor: Mukani

Editor: Abdel Rafi