Resmikan Masjid Al-Mubarok, Danrem Untoro: Keimanan Prajurit Harus Jadi Benteng dari Pelanggaran

Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto memotong pita saat meresmikan Masjid Al-Mubarok di lingkungan Makodim 0805/Ngawi, Rabu (23/9/2026). (foto: Arwang)

NGAWI, CAKRAWARTA.com – Masjid di lingkungan satuan militer bukan sekadar tempat menunaikan ibadah. Bagi Danrem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) Kolonel Arm Untoro Hariyanto, masjid juga harus menjadi ruang untuk membangun karakter, memperkuat moral, sekaligus membentengi prajurit dari berbagai pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun satuan.

Pesan tersebut disampaikan Kolonel Untoro saat meresmikan Masjid Al-Mubarok di lingkungan Makodim 0805/Ngawi, Rabu (23/9/2026). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita.

“Harapannya, keberadaan masjid ini dapat membuat anggota yang beragama Islam semakin giat dan tepat waktu dalam beribadah,” kata Kolonel Untoro seusai peresmian.

Menurutnya, penguatan kehidupan keagamaan memiliki posisi penting dalam membentuk prajurit yang tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat.

Bagi seorang prajurit, profesionalisme tidak cukup hanya dibangun melalui kemampuan teknis dan kedisiplinan. Nilai moral dan keimanan, kata Untoro, juga diperlukan sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan mengambil keputusan.

“Dengan keimanan dan ketakwaan yang semakin kuat, diharapkan para prajurit semakin mampu menjalankan tugas dan pengabdiannya secara optimal dengan dilandasi nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.

Ia juga menilai penguatan iman dan takwa dapat menjadi salah satu benteng internal bagi prajurit untuk menghindari berbagai bentuk pelanggaran. Sebab, persoalan yang muncul di lingkungan prajurit tidak hanya berdampak terhadap individu, tetapi juga dapat merembet kepada keluarga dan mencoreng nama baik satuan.

Karena itu, keberadaan Masjid Al-Mubarok diharapkan tidak berhenti pada seremoni peresmian. Danrem mendorong para prajurit untuk benar-benar memakmurkan masjid dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan satuan.

“Manfaatkan masjid ini dengan sebaik-baiknya. Jadikan sebagai tempat untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperkuat kebersamaan,” pungkasnya.

Peresmian Masjid Al-Mubarok sekaligus menjadi pengingat bahwa pembinaan prajurit tidak hanya berkaitan dengan kesiapan fisik dan kemampuan menjalankan tugas, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter. Di tengah tuntutan profesionalisme militer, kekuatan moral dan spiritual menjadi salah satu fondasi yang diharapkan mampu menjaga integritas prajurit dalam menjalankan pengabdian.(*)

Kontributor: Arwang

Editor: Abdel Rafi