
BOGOR, CAKRAWARTA.com – Lorong-lorong Pasar Gembrong Sukasari di Kota Bogor, Jawa Barat, tampak ramai oleh lalu-lalang pengunjung pada Rabu (11/3/2026). Namun, di balik keramaian itu, para pedagang mengaku transaksi jual beli belum kunjung menggeliat.
Sejumlah pedagang mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir, meskipun pasar tradisional itu baru saja direvitalisasi oleh Pemerintah Kota Bogor.
“Pengunjung memang banyak yang datang melihat-lihat, tapi yang benar-benar membeli masih sedikit,” ujar seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Menurut dia, para pedagang sempat berharap penataan ulang pasar dapat mendongkrak penjualan. Namun hingga kini dampaknya belum terasa signifikan.
Pemerintah Kota Bogor sebelumnya melakukan revitalisasi Pasar Gembrong Sukasari untuk meningkatkan kenyamanan, kebersihan, dan keamanan bagi pedagang maupun pengunjung. Pasar tersebut berada di bawah pengelolaan Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor.
Revitalisasi mencakup penataan kios, perbaikan fasilitas umum, serta peningkatan akses dan tata ruang pasar.
Meski fasilitas pasar kini dinilai lebih baik, sebagian pedagang menilai upaya tersebut belum cukup untuk meningkatkan jumlah pembeli.
“Tempatnya sekarang lebih rapi dan nyaman. Tapi kalau pembelinya belum banyak, tentu kami tetap kesulitan,” kata pedagang tersebut.
Harapan Pedagang
Para pedagang berharap pengelola pasar dapat melakukan promosi yang lebih intensif agar masyarakat semakin tertarik berbelanja di pasar tradisional tersebut.
Selain itu, mereka juga berharap kebijakan terkait biaya sewa kios dapat dipertimbangkan agar pedagang memiliki ruang untuk bertahan di tengah persaingan dengan pusat perbelanjaan modern.
Pasar Gembrong Sukasari selama ini dikenal sebagai salah satu pasar tradisional di Kota Bogor yang menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari sayuran, buah-buahan, hingga bahan pokok lainnya.
Melalui program revitalisasi pasar tradisional, Pemerintah Kota Bogor berharap aktivitas perdagangan dapat kembali menggeliat sekaligus meningkatkan pendapatan pedagang serta mendorong perekonomian lokal.(*)
Kontributor: Andy Bogor
Editor: Abdel Rafi



