TNI Turun Langsung ke Mojokerto, Koperasi Merah Putih Dicek Ketat demi Jaga Kepercayaan Publik

Tim 2 Wapang TNI dipimpin Kepala Bidang Hubungan Lembaga Set Itjen TNI, Kolonel Marinir Ashari saat meninjau KDKMP di Mojokerto, Jumat (12/6/2026). (foto: Pendam V/Brw untuk Cakrawarta)

MOJOKERTO, CAKRAWARTA.com – TNI bersama sejumlah kementerian dan pemerintah daerah turun langsung meninjau pelaksanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten dan Kota Mojokerto, Jumat (12/6/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan program penguatan ekonomi desa tersebut berjalan tepat sasaran, transparan, serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Peninjauan dilakukan oleh Tim 2 Pengawasan dan Pendampingan (Wapang) TNI yang dipimpin Kepala Bidang Hubungan Lembaga Set Itjen TNI, Kolonel Marinir Ashari. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengawasan lapangan guna memastikan tata kelola koperasi berjalan sesuai ketentuan sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi pengelola di tingkat desa dan kelurahan.

Dalam kunjungan tersebut, tim didampingi Asrendam V/Brawijaya Kolonel Kav Yudi Suryatin, Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Kemampuan Industri Dalam Negeri Adhie Rochmanto Pandiangan, Direktur Pengelolaan Farmasi Kementerian Kesehatan Agusdini Banun Saptaningsih, serta perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Komandan Kodim 0815/Mojokerto Letkol Inf Abi Swanjoyo bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan yang melibatkan sekitar 40 peserta dari unsur TNI, pemerintah daerah, kementerian terkait, kepolisian, pemerintah desa, hingga pengelola koperasi.

Tim pertama kali meninjau KDKMP Desa Seduri, Kecamatan Mojosari. Di lokasi tersebut, rombongan memeriksa fasilitas koperasi sekaligus berdialog dengan pengurus dan perwakilan PT Agrinas untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan program di lapangan.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke KDKMP Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Selain melakukan pengecekan fisik sarana pendukung, tim juga berdiskusi dengan pengurus dan karyawan koperasi mengenai perkembangan usaha serta pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Berbagai masukan dari pengelola koperasi turut dihimpun, mulai dari kebutuhan penguatan kelembagaan, tantangan operasional, hingga peluang pengembangan usaha yang dinilai dapat memperkuat peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa.

Peninjauan berlanjut ke KDKMP Kelurahan Gunung Gedangan, Kota Mojokerto. Di lokasi ini, tim meninjau sejumlah fasilitas layanan yang telah beroperasi serta melakukan dialog dengan pengurus koperasi untuk melihat sejauh mana program berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh warga.

Asrendam V/Brawijaya Kolonel Kav Yudi Suryatin menegaskan bahwa pengawasan langsung di lapangan menjadi bagian penting untuk menjaga akuntabilitas program sekaligus memastikan manfaatnya benar-benar diterima masyarakat.

“Kami ingin memastikan program berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan dikelola secara transparan. Masukan dari pengelola di lapangan juga penting sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program ke depan,” ujarnya.

Menurut dia, keberhasilan Koperasi Merah Putih tidak hanya diukur dari berdirinya lembaga koperasi, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan aktivitas ekonomi yang produktif, membuka peluang usaha, dan memperkuat kemandirian masyarakat desa.

Melalui pengawasan dan pendampingan yang berkelanjutan, TNI bersama kementerian dan pemerintah daerah berharap KDKMP dapat berkembang menjadi instrumen strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Di tengah berbagai tantangan pembangunan desa, koperasi diharapkan menjadi ruang gotong royong ekonomi yang mampu mendorong pemerataan kesejahteraan hingga ke tingkat akar rumput.(*)

Kontributor: Bambang 

Editor: Abdel Rafi