Bangun Jembatan Gantung Sungai Afia, TNI Perkuat Akses Ekonomi dan Pendidikan Warga

Prajurit TNI tampak sedang mengerjakan kerangka besi bagian dari pembangunan Jembatan Gantung Sungai Afia di Desa Tetehosi Afia, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kabupaten Gunungsitoli, Sumatera Utara, Senin (20/7/2026). (foto: Pendam I/BB untuk Cakrawarta)

GUNUNGSITOLI, CAKRAWARTA.com – Pembangunan Jembatan Gantung Sungai Afia di Desa Tetehosi Afia, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli, terus berlanjut. Infrastruktur yang dibangun melalui program Bakti TNI itu diharapkan memperkuat konektivitas warga sekaligus membuka akses yang lebih mudah menuju pusat pendidikan, layanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi.

Pada Senin (20/7/2026), personel Satgas Bakti TNI melanjutkan pekerjaan konstruksi sekaligus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. Serka Rozaman Hulu dan Serda Harapan Zega memantau setiap tahapan pekerjaan agar pelaksanaan proyek tetap memenuhi standar kualitas dan keselamatan.

Jembatan gantung dengan bentang sekitar 25 meter yang melintasi Sungai Afia selebar 20 meter itu kini memasuki tahap pengikatan tiang pilon dan angkur serta penggalian tanah untuk pembangunan abutmen. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 11,8 persen.

Pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan kualitas konstruksi agar jembatan memiliki daya tahan yang baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang. Proyek tersebut melibatkan personel Yonif TP 908/Gajah Dimpak, Koramil 01/Gunungsitoli Kodim 0213/Nias, Yonzipur I/DD, bersama tenaga tukang setempat dengan dukungan material yang telah tersedia di lokasi.

Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy mengatakan pembangunan jembatan merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang memberi manfaat langsung.

Menurut dia, kehadiran jembatan tidak hanya menghubungkan dua wilayah yang selama ini dipisahkan Sungai Afia, tetapi juga memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat. Distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas serta pendapatan warga.

Selain itu, akses menuju sekolah dan fasilitas kesehatan juga diproyeksikan menjadi lebih mudah. Warga, khususnya pelajar, tidak lagi menghadapi kendala yang sama ketika harus menempuh perjalanan untuk memperoleh layanan pendidikan maupun kesehatan.

Pembangunan Jembatan Gantung Sungai Afia menjadi salah satu upaya memperkuat pemerataan pembangunan di wilayah Kota Gunungsitoli. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi desa dan meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi warga Desa Tetehosi Afia.(*)

Kontributor: Johannes

Editor: Abdel Rafi