Wednesday, June 19, 2024
spot_img
HomeSosokProduktif Menulis, Arif Nur Muhammad Ansori Raih TCID Author Awards 2023

Produktif Menulis, Arif Nur Muhammad Ansori Raih TCID Author Awards 2023

Peneliti Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga peraih penghargaan The TCID Authors Awards 2023, Dr. Arif Nur Muhammad Ansori, MSi. (foto: istimewa)

SURABAYA – Nama lengkapnya adalah Dr. Arif Nur Muhammad Ansori, MSi., yang merupakan seorang peneliti pada Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga. Pria murah senyum ini dikenal senang sekali menulis. Berkat kepiawaian dan kegemarannya menulis itulah, Arif -sapaan akrabnya- berhasil meraih penghargaan bergengsi The Conversation Indonesia (TCID) Authors Awards 2023 pada Jumat (19/1/2024) lalu. Penghargaan yang diraih Arif adalah sebagai Penulis Pilihan Editor Sains dan Kesehatan.

Selain berada di Indonesia, TCID merupakan bagian jaringan global yang beroperasi di berbagai negara seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Spanyol, Inggris, Afrika, hingga Brazil. Arif mengatakan bahwa penghargaan yang ia peroleh merupakan hasil dari buah manis perjalanan panjang.

“Buah manis dari dedikasi dan kecintaan terhadap keilmuan serta usaha membumikan sains dengan bahasa yang lebih ringan,” katanya pada media ini.

Ada beberapa aspek yang menjadi penilaian untuk meraih TCID Authors Awards 2023. Penilaian tersebut berupa ide yang inovatif, menarik, dan mudah dipahami. Arif berfokus pada pembuatan artikel dengan topik bioteknologi pada bidang kesehatan.

“Produktivitas dalam menulis artikel juga tidak lepas dari penilaian,” tuturnya.

Lebih lanjut, Arif menceritakan bahwa perjuangannya dalam menghasilkan artikel tidaklah mudah. Meski harus melalui berbagai macam tahap revisi, namun kecintaan Arif terhadap keilmuan memberikan dorongan semangat yang tak pernah padam.

“Saat pertama kali saya banyak sekali mendapatkan revisi, mulai dari ide hingga cara penyampaian. Revisi ini bertujuan agar tulisan menjadi lebih ringan dan mudah dipahami,” terangnya.

Arif mengungkapkan bahwa seorang penulis yang terbiasa menulis jurnal ilmiah, seyogyanya mulai belajar untuk menulis dengan lebih sederhana. Hal ini dapat bermanfaat untuk menyebarkan ilmu pengetahuan agar lebih mudah masyarakat pahami.

“Belajar menulis lebih sederhana dan menyebarkan melalui berbagai media. Jurnal ilmiah terlalu sulit masyarakat pahami. Dengan penulisan yang lebih ringan akan memudahkan masyarakat dalam memahaminya,” pungkasnya.

(pkip/mar/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Most Popular