Wednesday, June 19, 2024
spot_img
HomeEkonomikaPengen Naik Haji Tapi Belum Punya Dana? Begini Tips Menabung Haji dengan...

Pengen Naik Haji Tapi Belum Punya Dana? Begini Tips Menabung Haji dengan Efisien

ilustrasi ibadah haji. (foto: kemenag ri)

Surabaya, – Menunaikan ibadah haji adalah salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dipenuhi oleh setiap Muslim yang mampu, baik secara fisik maupun finansial. Namun, biaya untuk menunaikan ibadah haji tidaklah kecil, meliputi transportasi, akomodasi, serta kebutuhan selama di tanah suci. Oleh karena itu, banyak calon jamaah harus mempersiapkan dana yang cukup besar dalam jangka waktu yang panjang.

Menurut Pakar Ekonomi Syariah Dosen, Dr. Imron Mawardi, S.P., M.Si., ada beberapa pertimbangan penting dalam menabung untuk haji. Menurutnya, yang pertama harus diperhatikan adalah mengetahui berapa lama waktu antrean saat ini.

“Di Jawa Timur, jika mendaftar sekarang, perjalanan haji kemungkinan baru bisa dilakukan 32 tahun kemudian. Meski terlihat lama, calon jamaah berusia 50 tahun ke atas tidak perlu khawatir karena pemerintah memprioritaskan lansia,” ujarnya pada media ini, Selasa (11/6/2024).

Dalam mempersiapkan tabungan haji, Dr Imron menjelaskan bahwa calon jemaah perlu menghitung biaya yang harus ditanggung, yang saat ini sekitar 56 juta rupiah dari BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji). Total biayanya mencapai sekitar 96 juta rupiah.

“Calon jemaah harus membayar 60 persen dari biaya tersebut, yaitu sekitar 56 juta rupiah. Ketika mendaftar, dibutuhkan biaya awal 25 juta rupiah sehingga untuk berangkat haji diperlukan tambahan sekitar 31 juta rupiah,” katanya menambahkan.

Menabung untuk haji dimulai dengan merencanakan kapan bisa mengumpulkan uang 25 juta rupiah untuk pendaftaran. Jika targetnya adalah tiga tahun, maka harus dihitung berapa yang perlu ditabung setiap bulan untuk mencapai 25 juta rupiah dalam tiga tahun.

“Hal ini memerlukan pengaturan konsumsi dan pendapatan. Jika pendapatan bulanan adalah 5 juta rupiah dan ingin menabung 800 ribu rupiah per bulan, maka perlu anggaran konsumsi yang dibatasi,” jelas Imron.

Imron menambahkan bahwa untuk mengelola keuangan sehari-hari agar bisa menabung tanpa mengorbankan kebutuhan harian, perlu mengatur anggaran rumah tangga dengan baik. Idealnya, sepertiga pendapatan digunakan untuk konsumsi rutin, sepertiga untuk cadangan atau kebutuhan tidak rutin, dan sepertiga untuk tabungan.

“Jika pendapatan cukup kecil, tetap perlu menetapkan target berapa yang akan disisihkan untuk tabungan, baik untuk pendidikan, pendaftaran haji, atau membeli rumah. Semua harus direncanakan dengan batasan yang jelas pada konsumsi,” tuturnya.

Karena itu, Imron menyarankan calon jemaah untuk mempertimbangkan investasi yang stabil, seperti emas, sebagai langkah menghadapi inflasi dan kenaikan biaya haji setiap tahun. Menurutnya, sekitar 60% biaya haji saat ini dibayar oleh jemaah, sementara 40% berasal dari nilai manfaat.

“Dengan biaya haji yang terus meningkat, ada baiknya calon jemaah untuk memiliki investasi yang stabil,” pungkas pria yang merupakan Dosen Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga itu.

(khefti/rafel)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Most Popular