Tahun Baru Islam, Masjid Al-Akbar Surabaya Panen 546 Melon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

Salah seorang pengelola menunjukkan areal pertanian di Kompleks Green House Masjid Al-Akbar Surabaya, Sabtu (6/6/2026). (foto: BPP MAS untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya tidak hanya diwarnai kegiatan keagamaan. Masjid terbesar di Jawa Timur itu juga akan memanen 546 buah melon dari kawasan Green House Al-Akbar sebagai bagian dari penguatan program ketahanan pangan berbasis masjid.

Panen yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Juni 2026 tersebut akan dilakukan seusai kegiatan jalan sehat 1 Muharram yang dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Pada kesempatan yang sama, juga akan dilakukan penebaran 3.000 benih ikan air tawar di enam kolam bioflok milik Masjid Al-Akbar.

“Panen massal akan dilakukan setelah kegiatan jalan sehat 1 Muharram. Selain itu juga akan ada penebaran 3.000 benih ikan air tawar di enam bioflok Al-Akbar,” ujar Kepala Humas Masjid Al-Akbar Surabaya, Helmy M Noor, dalam keterangannya pada media ini di Surabaya, Minggu (7/6/2026).

Ratusan melon yang dipanen berasal dari lima varietas, yakni Alisha F1, Leoni, Dalmatian, Sweet Hami, dan Inthanon RZ. Hasil panen tersebut nantinya dibagikan kepada jamaah dan karyawan Masjid Al-Akbar.

Menurut Helmy, capaian panen kali ini tidak lepas dari penerapan teknologi budidaya terbaru berupa hidroponik sistem gully trapesium. Metode tersebut dinilai lebih efisien dibandingkan sistem hidroponik polybag yang sebelumnya digunakan.

“Dengan sistem polybag, panen biasanya dilakukan tiga kali dalam setahun atau sekitar empat bulan sekali. Sementara melalui hidroponik gully trapesium, masa panen bisa dipercepat menjadi sekitar 70 hari atau dua setengah bulan sekali,” katanya.

Selain meningkatkan frekuensi panen, metode baru tersebut juga menghasilkan buah dengan ukuran yang lebih besar. Salah satu melon yang dipanen kali ini bahkan memiliki bobot mencapai 3,8 kilogram.

Pengelola Green House Masjid Al-Akbar, Yoswan Arinuri, berharap inovasi budidaya yang terus dikembangkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.

Program pertanian dan perikanan yang dikembangkan Masjid Al-Akbar selama beberapa tahun terakhir menjadi bagian dari upaya menghadirkan fungsi masjid yang tidak hanya berorientasi pada ibadah, tetapi juga edukasi, lingkungan, dan ketahanan pangan. Melalui berbagai inovasi tersebut, kawasan masjid diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan ruang publik yang produktif dan berkelanjutan.(*)

Kontributor: Cak Edy MAS

Editor: Abdel Rafi