Pemalsuan Tes Covid-19 Di Bandara Kualanamu, YLKI: Usut Tuntas!

0 153
Rapid Test, cakrawarta
ilustrasi tes rapid. (foto: kemenkes ri)

 

JAKARTA – Kejadian pemakaian alat tes rapid antigen di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara oleh oknum anak usaha BUMN Kimia Farma yaitu PT Kimia Farma Diagnostik dinilai merupakan perbuatan keji. Demikian disampaikan oleh Ketua Pengurus Harian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), Tulus Abadi.

“Ini bukan hanya merugikan hak konsumen yang artinya adalah penipuan, tetapi sudah mengancam keamanan dan keselamatan konsumen. Hal ini juga kontra produktif terhadap upaya pengendalian pandemi Covid-19 di Indonesia,” Tulus Abadi dalam keterangan persnya kepada media, Jumat (30/4/2021) pagi.

Oleh karena itu, YLKI mendesak agar pihak kepolisian dan pihak lain yang terkait untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut.

“Idealnya bukan hanya tim teknis atau laboratorium saja yang dicokok, tetapi juga unsur pimpinan dari institusi tersebut, seharusnya diperiksa. Ini menunjukkan pengawasannya yang lemah. Harus diusut tuntas lah. Jangan berhenti di tim teknisnya saja,” tegas Tulus.

YLKI juga mendesak agar pihak kepolisian memeriksa di tempat lain. Menurut Tulus, ada dugaan bahwa hal yang sama juga bisa terjadi di tempat lain.

“Mengingat, jika di level bandara saja bisa terjadi dan dilakukan oleh oknum BUMN farmasi ternama; bagaimana pula di tempat lain yang nir pengawasan? Apalagi konon WHO hanya merekomendasikan 3 merek rapid test, tetapi yang beredar di pasaran mencapai 90-an merek. Ini luar biasa. Ayo tempat lain juga harus diperiksa!” pungkas Tulus mengakhiri pernyataannya.

(bm/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.