
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Komando Daerah Militer V/Brawijaya menggelar pembekalan intensif bagi 186 Taruna Akademi Militer Tingkat III dalam program On The Job Training (OJT) di Balai Prajurit Kodam V/Brawijaya, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi fase krusial dalam membentuk calon perwira yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi kompleksitas operasi di lapangan.
Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudi Saladin, menegaskan bahwa OJT bukan sekadar agenda pendidikan, melainkan operational exposure yang mempertemukan doktrin akademik dengan realitas medan tugas. Para taruna didorong untuk memahami secara utuh fungsi satuan, ritme operasi, serta dinamika prajurit di garis depan.
“OJT adalah wahana pembentukan mental tempur, disiplin, dan kepemimpinan lapangan. Di sinilah kualitas calon perwira diuji secara nyata,” tegas Pangdam.
Ia menekankan bahwa disiplin, integritas, dan ketegasan dalam pengambilan keputusan harus menjadi fondasi utama. Setiap taruna dituntut mampu berpikir taktis, bertindak cepat, dan tetap berpegang pada nilai-nilai kepemimpinan militer dalam setiap situasi.
Gubernur Akademi Militer, Rano Maxim Adolf Tilaar, menyoroti pentingnya integrasi antara ilmu akademik dan pengalaman empiris. Menurutnya, keberhasilan seorang perwira tidak hanya ditentukan oleh kecakapan teori, tetapi juga oleh kemampuannya membaca medan, memahami prajurit, serta mengambil keputusan dalam tekanan.
“Taruna harus mampu menyerap pengalaman di satuan, menjaga sikap, serta menunjukkan integritas sebagai calon pemimpin. Ini adalah fase pembentukan karakter sekaligus penguatan kompetensi,” ujarnya.
Program pembekalan ini menitikberatkan pada penerapan teori ke dalam praktik operasi, penguatan karakter kepemimpinan, serta peningkatan adaptabilitas terhadap dinamika tugas. Taruna juga dilatih untuk merumuskan solusi taktis atas berbagai skenario kompleks, sekaligus mengoptimalkan potensi sesuai kecabangan masing-masing.
Kegiatan dipimpin oleh Mario Christian Noya dan dihadiri pejabat utama Kodam, pengasuh taruna, serta unsur satuan penerima. Penempatan OJT meliputi sejumlah satuan tempur strategis, antara lain Yonif TP 887/KJM, Yonif TP 885/BP, Yonif 500/Sikatan, Yonif 512/QY, serta Yon Arhanud 8/MBC.
Melalui OJT ini, para taruna diharapkan mampu mengonsolidasikan kompetensi teknis, ketahanan mental, dan kepemimpinan operasional. Integrasi antara pendidikan akademik dan pengalaman lapangan menjadi fondasi utama dalam mencetak perwira TNI AD yang responsif, adaptif, dan berintegritas tinggi serta siap menjawab tantangan tugas di medan operasi yang semakin dinamis.(*)
Kontributor: Bambang
Editor; Abdel Rafi


