Wednesday, April 17, 2024
HomeSains TeknologiNusa Penida Bali Akan Terapkan EBT 100% Pada 2030, Ahli Unair: Ada...

Nusa Penida Bali Akan Terapkan EBT 100% Pada 2030, Ahli Unair: Ada Beberapa Tantangan!

Lokasi Nusa Penida, Bali. (foto: girl eat world)

Surabaya, – Indonesia memiliki potensi alam yang sangat besar untuk berkembang sebagai sumber Energi Baru Terbarukan (EBT). EBT merupakan sumber energi yang dapat diperbarui secara terus-menerus, dengan mengandalkan sumber dari energi angin, surya, hidro, biomassa, hingga geotermal.

Tak heran jika beberapa daerah yang berpotensi memanfaatkan EBT di Indonesia saling berlomba untuk menerapkannya, seperti halnya Nusa Penida. Pemerintah Bali mencanangkan akan mengejar target Net Zero Emission (NZE) pada 2045 dan akan menerapkan 100% EBT pada 2030.

Menurut Ahli EBT, Prisma Megantoro, EBT memiliki potensi manfaat yang sangat luar biasa.

“Energi terbarukan ini bersumber dari energi yang bersih, tidak ada pembakaran seperti diesel atau batu bara. EBT terkenal akan sifatnya sebagai energi bersih dan ramah lingkungan, sebab dapat bersumber dari cahaya matahari, pergerakan angin, siklus air, juga geotermal,” paparnya pada media ini.

Prisma menambahkan bahwa dengan memanfaatkan EBT sebagai energi listrik, tentunya dapat mengurangi beban pembangkit listrik yang selama ini menggunakan energi dari fosil atau batu bara. Pada kenyataannya, EBT sangat potensial untuk diterapkan di Indonesia, termasuk Nusa Penida, Bali.

“Namun, Indonesia juga memiliki tantangan dalam penerapan EBT. Hal tersebut berdasar pada topologinya yang bervariatif, dengan belasan ribu pulau di Indonesia. Adanya dataran tinggi dan rendah juga menyebabkan sulit-sulit gampang dalam menerapkannya. Terlebih aksesibilitas antara perkotaan dan perdesaan juga berbeda,” ucap Prisma.

Ahli Energi Baru Terbarukan Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga, Prisma Megantoro, ST., M.Eng. (foto: istimewa)

Potensi energi yang tergolong tinggi di Indonesia, lanjutnya, masih belum merata. Seperti halnya energi angin yang berpotensi tinggi hanya di wilayah Pulau Jawa bagian Selatan, berdekatan dengan Samudera Hindia lurus ke Timur hingga Nusa Tenggara Timur, Bali, dan Sulawesi. Sedangkan potensi energi yang menggunakan air masih terbatas, seperti di Kalimantan, Sumatera, dan Papua.

“Nusa Penida masih berada di wilayah Selatan Indonesia dan masih terlewati oleh angin muson barat dan timur. Potensial angin di wilayah tersebut termasuk tinggi, demikian dengan potensi suryanya. Kalau berbicara tentang NZE, itu tergantung pada penerapan teknologi pembangkit listrik di lokasi tersebut. Juga bergantung pada distribusi dan akomodasinya. Setelahnya, baru dapat mendukung NZE,” tandasnya.

Dosen yang sering terjun dalam pengabdian masyarakat terkait energi terbarukan tersebut, menyampaikan bahwa memungkinkan terjadinya penerapan EBT hingga 100% di Nusa Penida.

“Namun, butuh waktu 15 hingga 20 tahun untuk dapat diterapkan, sehingga tidak membutuhkan energi diesel lagi,” pungkas dosen Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga itu.

(pkip/mar/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular