Sunday, March 15, 2026
spot_img
HomePendidikanNU Banyuwangi Gelar Ramadan Talk, Ajak Warga Perkuat Keluarga Sakinah

NU Banyuwangi Gelar Ramadan Talk, Ajak Warga Perkuat Keluarga Sakinah

Ketua MWCNU Banyuwangi Kota Barur Rohim (baju pink) saat memberikan sambutan dalam pembukaan Ramadhan Talk “Sakinah Itu Mudah (?)” LKKNU di Aula PC Muslimat NU Banyuwangi, Sabtu (14/3/2026). (foto: MWCNU Banyuwangi untuk Cakrawarta)

BANYUWANGI, CAKRAWARTA.com – Upaya memperkuat ketahanan keluarga menjadi perhatian Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Banyuwangi Kota. Melalui Lembaga Kesejahteraan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU), organisasi ini menggelar Ramadan Talk bertajuk “Sakinah itu Mudah (?)” pada Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula PC Muslimat NU Banyuwangi itu menghadirkan diskusi tentang pentingnya membangun keluarga sakinah di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.

Ketua MWCNU Banyuwangi Kota Barur Rohim mengatakan, belakangan muncul berbagai pemahaman yang mempertanyakan konsep keluarga dalam kehidupan masyarakat. Fenomena tersebut, menurut dia, tidak lepas dari pengalaman rumah tangga yang tidak harmonis dan memunculkan trauma dalam keluarga.

“Karena itu, penting untuk memperkuat edukasi tentang keluarga sakinah. Keluarga adalah pilar utama dalam tatanan sosial maupun keagamaan,” ujar Barur saat membuka kegiatan tersebut.

Barur menambahkan, penguatan institusi keluarga menjadi penting mengingat Banyuwangi termasuk daerah dengan angka perceraian yang relatif tinggi. Selain itu, kasus dispensasi pernikahan dini juga masih menjadi perhatian karena berpotensi memunculkan berbagai persoalan sosial.

Menurut dia, upaya mengatasi persoalan tersebut tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Organisasi masyarakat, termasuk NU, perlu terlibat aktif memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kita tidak bisa sepenuhnya menggantungkan pada pemerintah. Semua pihak perlu bergerak bersama. NU juga memiliki tanggung jawab untuk ikut berkontribusi,” kata Barur.

Ramadan Talk tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni psikolog sekaligus pendiri Lembaga Psikologi Eksha Fit, Fitriatul Masruroh, serta penulis dan fasilitator Tarbiyah Jinsiyah Nawaning Nusantara Banyuwangi, Nur Maya Badriyatuzzahra.

Dalam pemaparannya, Fitriatul menekankan pentingnya kesiapan psikologis dalam membangun relasi pernikahan yang sehat dan seimbang. Sementara Nur Maya mengajak peserta memahami relasi keluarga melalui pendekatan pendidikan seksual yang sehat dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta, mulai dari kesiapan menikah, komunikasi pasangan, hingga tantangan membangun keluarga sakinah di era modern.

Ketua LKKNU Banyuwangi Kota Fitriyah mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk memperkuat kapasitas keluarga melalui pendekatan edukatif. “Ini menjadi kegiatan pembuka dengan momentum Ramadan. Ke depan, kami berencana menyelenggarakannya secara rutin dengan tema penguatan keluarga, parenting, dan kesehatan mental,” ujarnya.

Fitriyah menambahkan, kegiatan serupa ke depan tidak hanya menyasar kaum perempuan, tetapi juga melibatkan kaum laki-laki sebagai kepala keluarga.

Menurut dia, keterlibatan para ayah penting untuk mencegah fenomena fatherless, yakni berkurangnya peran ayah dalam pengasuhan anak yang dapat berdampak pada ketahanan keluarga.

“Kami berharap ke depan para ayah juga terlibat aktif, sehingga penguatan keluarga dapat berjalan lebih menyeluruh,” kata Fitriyah.(*)

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular