Sunday, March 8, 2026
spot_img
HomeEkonomikaDaerahMerawat Alam dalam Selembar Batik, Persit Surakarta Membangun Buana Sekar Kedaton

Merawat Alam dalam Selembar Batik, Persit Surakarta Membangun Buana Sekar Kedaton

Citra Putri Karisma Sari, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang L Kodim 0735/Surakarta dengan latar Batik Buana Sekar Kedaton karyanya saat ditemui di butik miliknya di Surakarta, Minggu (8/3/2026). (foto: Agus Kemplu)

SURAKARTA, CAKRAWARTA.com – Kecintaan pada batik dan keindahan alam Indonesia mengantarkan Cita Putri Karisma Sari menapaki jalan kreatif yang tidak biasa. Dari kegemaran sederhana, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang L Kodim 0735/Surakarta itu perlahan membangun usaha batik yang kini dikenal dengan nama Batik Buana Sekar Kedaton.

Cita Putri merupakan istri dari Peltu I Made KP, prajurit yang bertugas di Koramil 05/Pasar Kliwon, Kodim 0735/Surakarta. Usaha batik yang dirintisnya bermula pada 2011, ketika ia masih bekerja sebagai karyawan swasta.

Di tengah rutinitas pekerjaan yang padat, ketertarikannya terhadap batik justru tumbuh semakin kuat. Ia merasa setiap lembar kain batik bukan sekadar produk kerajinan, melainkan juga menyimpan nilai budaya, filosofi, dan cerita panjang tentang kehidupan masyarakat Nusantara.

“Awalnya hanya sebatas rasa suka terhadap batik. Tetapi semakin dipelajari, saya merasa setiap motif memiliki makna dan cerita yang mendalam,” ujar Cita Putri, Minggu (8/3/2026).

Rasa ingin tahu itu mendorongnya belajar secara otodidak. Pada waktu-waktu senggang setelah bekerja, ia mempelajari berbagai teknik membatik, mulai dari batik cap hingga batik tulis. Ia juga mulai bereksperimen merancang motif sendiri.

Proses belajar tersebut tidak selalu berjalan mulus. Ia beberapa kali mengalami kegagalan dalam proses pewarnaan maupun pembentukan motif. Namun pengalaman itu justru menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk ketekunan dalam berkarya.

“Banyak percobaan yang tidak berhasil. Ada warna yang tidak sesuai, ada motif yang harus diperbaiki berkali-kali. Tetapi dari situ saya belajar tentang kesabaran dan ketelitian,” katanya.

Seiring waktu, kegiatan yang semula hanya hobi itu berubah menjadi tekad untuk menekuni dunia batik secara lebih serius.

Salah satu ciri khas Batik Buana Sekar Kedaton adalah inspirasi yang kuat dari alam. Kegemaran Cita Putri menjelajahi alam, mulai dari mendaki gunung hingga menikmati lanskap perbukitan, menjadi sumber ide dalam merancang motif.

Bentuk dedaunan, bunga liar, tekstur batang pohon, hingga siluet pegunungan menjadi inspirasi visual yang kemudian diterjemahkan ke dalam motif batik. Unsur-unsur alam tersebut diolah menjadi desain yang tetap berakar pada tradisi batik, tetapi memiliki karakter yang khas.

“Alam selalu memberi inspirasi. Keindahan yang kita temui di perjalanan sering kali memunculkan ide baru untuk motif batik,” ujarnya.

Dengan keberanian dan tekad yang kuat, ia mulai merintis usaha batik secara bertahap. Prosesnya dimulai dari merancang desain, membuat cetakan cap motif, memilih bahan kain, hingga mengawasi langsung proses produksi.

Batik Buana Sekar Kedaton kemudian lahir sebagai wujud perjalanan panjang yang dilandasi kecintaan pada seni batik dan rasa syukur terhadap keindahan alam Indonesia.

Bagi Cita Putri, batik bukan sekadar kain yang dikenakan. Lebih dari itu, batik merupakan simbol ketekunan sekaligus cara merawat warisan budaya bangsa.

Ia berharap setiap karya batik yang dihasilkan tidak hanya menghadirkan nilai estetika, tetapi juga membawa kebanggaan bagi mereka yang mengenakannya. “Harapannya, batik ini bisa menjadi cara kecil kami untuk ikut melestarikan budaya sekaligus merawat keindahan alam yang menjadi inspirasi,” kata Cita Putri.(*)

Kontributor: Agus Kemplu

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular