Dari Lahan 1,5 Hektar, Kompi Produksi Kodim Blitar Panen 10 Ton Semangka dan Bangun Model Pertanian Terpadu

Tim Kompi Produksi Kodim 0808/Blitar bersama warga saat memanen semangka berkualitas di lahan Kompi yang berlokasi di Kompi Produksi Kodim 0808/Blitar, Kelurahan Dandong, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Minggu (14/6/2026). (foto: Pendim 0808 untuk Cakrawarta)

BLITAR, CAKRAWARTA.com – Hamparan semangka yang menguning di lahan Kompi Produksi Kodim 0808/Blitar, Kelurahan Dandong, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, menjadi penanda keberhasilan pengelolaan pertanian terpadu yang dikembangkan jajaran TNI bersama masyarakat setempat.

Dari lahan seluas sekitar 1,5 hektar itu, panen raya yang digelar pada Minggu (14/6/2026) menghasilkan lebih dari 10 ton semangka berkualitas yang siap dipasarkan. Capaian tersebut menjadi salah satu wujud dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan di tingkat daerah.

Komandan Kompi Produksi Kodim 0808/Blitar, Kapten Inf. Ludfi Ari Wibowo, mengatakan hasil panen kali ini menunjukkan bahwa lahan produktif dapat memberikan nilai ekonomi yang tinggi apabila dikelola secara terencana dan berkelanjutan.

“Panen semangka kali ini diperkirakan mencapai lebih dari 10 ton dan dilakukan selama dua hari. Hasilnya cukup baik serta siap dipasarkan,” ujarnya.

Menurut Ludfi, keberhasilan tersebut tidak hanya ditopang oleh pemeliharaan tanaman yang intensif, tetapi juga penerapan pola pertanian terpadu yang memungkinkan berbagai komoditas tumbuh secara saling mendukung dalam satu kawasan.

Di lahan tersebut, selain semangka, ditanam pula cabai dan pohon kelapa. Pola tumpangsari yang diterapkan dinilai mampu menjaga kesuburan tanah sekaligus meningkatkan produktivitas lahan secara optimal.

Konsep keberlanjutan juga diterapkan melalui pemanfaatan rumput gajah yang ditanam di sekeliling area pertanian. Rumput tersebut menjadi sumber pakan utama bagi ternak kambing yang dibudidayakan di kawasan yang sama.

Tidak berhenti pada sektor pertanian dan peternakan, kawasan Kompi Produksi Kodim 0808/Blitar juga mengembangkan usaha perikanan air tawar. Sejumlah kolam dimanfaatkan untuk budidaya ikan lele dan nila sehingga tercipta ekosistem usaha pangan yang saling terhubung.

Model pertanian terpadu itu memungkinkan setiap sektor saling mendukung. Limbah dari satu kegiatan dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan lainnya, sehingga efisiensi produksi dapat terus ditingkatkan.

Melalui pengembangan pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu kawasan, Kodim 0808/Blitar berharap lahan Kompi Produksi di Kelurahan Dandong dapat menjadi contoh pengelolaan pangan yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Di tengah berbagai tantangan sektor pangan, keberhasilan panen semangka di Srengat menunjukkan bahwa optimalisasi lahan dan kolaborasi antara TNI dan masyarakat dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat lokal.(*)

Editor: Abdel Rafi